Perusahaan Israel Sedang Produksi Pesawat Listrik Pertama di Dunia
Alice, pesawat listrik pertama di dunia yang sedang diproduksi perusahaan asal Israel, Eviation Aircraft (eviation)
law-justice.co - Perusahaan asal Israel, Eviation Aircraft tengah mengembangkan pesawat listrik pertama di dunia yang siap beroperasi dalam tiga tahun ke depan. Kapal terbang bernama Alice ini diklaim dapat menempuh jarak hingga 621 mil (lebih dari 1000 km) dalam sekali pengisian daya listrik. Selain lebih ramah lingkungan, biaya operasional moda transportasi udara ini juga lebih rendah dibanding pesawat konvensional berbahan bakar fosil.
Efisiensi kapal udara yang mampu mengangkut sembilan penumpang dan dua kru ini berasal dari teknologi listrik yang dibenamkan di dalamnya. Alih-alih menggunakan mesin jet pesawat ini memakai baling-baling bertenaga listrik di bagian belakang dan masing-masing sayap yang berfungsi sebagai pendorong utama.
Baling-baling itu sendiri digerakan oleh motor listrik berdaya 260 kW yang mendapatkan energi dari baterai lithium ion dengan kapasitas 900 kWh. Berbeda dengan pesawat baling-baling konvensional, kapal udara ini dapat melaju hingga 276 mil per jam atau sama dengan kecepatan pesawat penumpang bermesin jet.
Untuk menyokong seluruh teknologi listrik di dalam pesawat ini, Alice bekerjasama dengan sejumlah perusahaan ternama. Perusahaan asal Jerman, Siemens memasok motor elektrik, sementara baling-baling pesawat berasal dari korporasi AS, Hartzell.
Sementara perangkat sistem kendali dan elektronik didatangkan dari perusahaan asal negeri Paman Sam lainnya, Honeywell dan anak usaha korporasi itu, BendixKin. Adapaun baterai lithium-ion yang menjadi sumber energi utama pesawat ini berasal dari perusahaan Korea Selatan, Kokam.
Dengan pembenaman teknologi listrik canggih semacam ini, kapal ini diklaim memiliki kualitas yang sama dengan pesawat jet konvensional. Bahkan, dengan biaya operasional yang lebih rendah, pesawat listrik ini juga lebih ramah bagi kantong peumpang.
“Biaya operasional pesawat hanya akan mencapai 7-9 sen untuk masing-masing penumpang dalam setiap mil-nya atau sekitar 200 Dollar AS per jam (Rp 2,9 juta) atau jauh lebih murah dari kapal jet yang memiliki biaya operasional hinggal 1000 Dollar AS ( Rp 14,5 juta),” kata Direktur Eviation Aircraft Omer Bar-Yohay.
Perusahaan itu kini sedang memproduksi dua kapal listrik. Rencanya kapal itu mulai terbang pada awal tahun depan. Sementara versi sempurna pesawat ini akan diperlihatkan dalam perhelatan Paris Air Show pada Juni tahun depan. Sementara sertifikasi penerbangan moda transportasi ini direncakan rampung pada 2021. (robbreport)




Komentar