Jusuf Kalla: Masjid Tidak Boleh Jadi Tempat Adu Kampanye Politik

Sabtu, 04/08/2018 19:43 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (foto: kabar24)

Wakil Presiden Jusuf Kalla (foto: kabar24)

law-justice.co - Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengimbau agar masjid tidak digunakan sebagai ajang adu kampanye politik, apalagi memaki-maki lawan politik. Meski menurut Wapres, masjid tidak tabu digunakan untuk menyampaikan pesan politik, asal tidak mengundang pro dan kontra.

“Boleh misalnya, mengajak jamaah untuk mengikuti pemilu, mengajak jamaah untuk jujur maupun memberikan sumbang saran kepada pemerintah,” katanya saat bertemu dengan Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jambi, Sabtu (5/8).

"Yang tidak boleh ialah memakai masjid untuk mengakampanyekan seseorang melawan orang lain, Masjid jangan dipakai memaki-maki lawan politik ataupun bagaimana kita menganjurkan sesuatu yang bertentangan dari jamaah," kata Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia saat memberikan pengarahan pengurus DMI Jambi di Masjid Al-Falah, seperti diwartakan Antara.

Kalla menilai, masjid merupakan rumah Allah yang di dalamnya penuh dengan kerahmatan. “Tidak baik masjid digunakan untuk mengadu domba umat.”

"Masjid harus bisa menjadi pengayom. Jangan bicara politik di masjid. Pro kontra di masjid jangan. Boleh bicarakan pemerintah, tapi jangan sampai pro kontra," ujarnya.

Alapagi menurut Kalla masjid didirikan dan dimakmurkan oleh banyak orang. Jadi tidak boleh digunakan untuk mengkampanyekan seseorang melawan orang lain. Untuk itu tidak boleh ada keberpihakan di dalam masjid, sehingga semua jamaah dapat terayomi. "Di luar masjid silakan," ucapnya.

Wapres dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan agar peran dan fungsi masjid ditingkatkan. Tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah, namun juga sebagai tempat untuk memberdayakan umat. Umat tidak hanya memakmurkan, namun juga dimakmurkan oleh masjid. Hal ini dapat diraih bila masjid memiliki program-program yang jelas untuk kemajuan umat.

Kalla mengimbau, kegiatan di masjid harus lebih mempunyai program yang membangun ekonomi umat. Ia menilai, sistem ekonomi umat yang ada di masjid selain lebih menimbulkan rahmat, tidak ada unsur curiga dan semua ikhlas dalam berkegiatan di masjid.

Selain itu, kata Kalla, masjid juga bisa menjadi pusat pendidikan. Dengan adanya PAUD dan TPA, masjid bisa mendidik anak anak sedari dini untuk mempertebal iman.

"Masjid yang baik juga yang lancar dan ramai ibadahnya. Pengajian, TPA-nya, PAUD-nya. Sehingga masjid ini ada kegiatan dari pagi sampai pagi lagi. Kalau banyak kegiatan di masjid, masjidnya jadi makmur," kata Kalla.

Pengarahan di Masjid Al-Falah, Jambi, merupakan agenda terakhir Wapres dalam kunjungan kerja sehari ke Makassar dan Jambi. Usai memberi pengarahan, Wapres langsung menuju Bandara Sultan Taha di Jambi melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta.

(Rin Hindryati\Rin Hindryati)

Share:
Tags:




Berita Terkait

Komentar