Respon STY soal Penyerangan Bus Persib U-18 dan Jakmania Cikampek

Kamis, 15/10/2026 22:13 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong (bolasport)

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong (bolasport)

law-justice.co - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae Yong meminta aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku penyerangan bus rombongan tim Persib U-18 dan bus suporter Persija yang terjadi belakangan ini.

Shin menegaskan tindakan kriminal oknum suporter murni menjadi tanggung jawab pidana individu. Eks pelatih Timnas Indonesia itu menilai tidak tepat apabila dibebankan kepada klub lewat sanksi pengurangan poin.

Pernyataan keras tersebut dilontarkan Shin merespons insiden penyerangan bus Persib U-18 dan bus Jakmania Cikampek. Dua insiden itu terjadi dalam rentang waktu berdekatan.

"Sejujurnya, menurut saya hal-hal seperti itu seratus persen tidak boleh terjadi sama sekali. Jika ada kejadian seperti itu, pihak klub tentu harus bersikap tegas kepada para suporter," ujar Shin Tae Yong di Persija Training Ground, Depok, Kamis (15/10).

"Namun di luar itu, pihak kepolisian dan aparat penegak hukum harus menindak dan memberikan sanksi yang sangat keras kepada para pelaku agar peristiwa serupa tidak terulang kembali," tambahnya

Lebih lanjut Shin menyoroti batas kemampuan manajemen klub dalam mengawasi tindak tanduk pendukungnya di luar area pertandingan maupun area publik. Menurutnya, peristiwa memilukan ini di luar pengawasan pihak Persija.

Terkait desakan sanksi berupa pengurangan poin bagi Persija di Super League, Shin menilai tuntutan tersebut tidak relevan dengan ranah hukum pidana individu.

"Terkait wacana pengurangan poin, hal-hal yang memang menjadi tanggung jawab klub tentu harus dipikul oleh klub. Namun, klub tidak mungkin bisa mengontrol seluruh hal hingga ke luar ranah pertandingan," jelasnya.

"Bagaimana mungkin pihak manajemen klub bisa mengawasi insiden yang terjadi di tempat seperti rest area? Apakah staf klub harus mengikuti suporter ke mana-mana untuk mencegah hal itu? Itu tidak masuk akal," ucap pelatih berusia 55 tahun tersebut menambahkan

Menjelang laga tandang melawan Persita Tangerang akhir pekan ini, STY juga mengimbau Jakmania untuk menghentikan fanatisme sempit. Sebab, hal itu hanya akan memicu gesekan di luar lapangan yang berimbas kerugian buat Persija.

"Daripada datang dengan fanatisme yang memicu keributan, jauh lebih penting untuk datang, mendukung dengan sportif, dan menikmati pertandingan."

"Saya tegaskan, jangan sampai membuat masalah, karena hal tersebut justru akan sangat merugikan tim dan para pemain," tukas Shin.

(Yudi Rachman\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar