Respon Amran soal 3 Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Papua

Kamis, 10/09/2026 14:33 WIB
Mentan Amran Sulaiman (Koran Seruya)

Mentan Amran Sulaiman (Koran Seruya)

law-justice.co - Menteri Pertanian merangkap Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman buka suara soal insiden penembakan yang menewaskan tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9) sore.

Amran menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang gugur ketika sedang menjalankan tugas menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat.

"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu," ujar Amran dalam keterangan resmi, Kamis (10/9).

Berdasarkan informasi kepolisian yang disampaikan Kementan, ketiga korban merupakan bagian dari rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tengah dalam perjalanan menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat setempat.

Rombongan tersebut disebut diadang dan ditembaki oleh pelaku kriminal bersenjata ketika berada di Kampung Muliama. Tiga petugas kemudian gugur dalam insiden tersebut.

Amran meminta aparat memberikan jaminan keamanan bagi petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di Papua. Ia juga meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri mengusut tuntas pelaku penembakan.

Dia mengatakan petugas pertanian yang menjalankan program bantuan pangan dan ternak tidak membawa ancaman bagi pihak mana pun.

"Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua," katanya.

Kementan dan Bapanas menyatakan akan memastikan program bantuan ternak dan pangan di wilayah Papua Pegunungan tetap berjalan meski terjadi insiden penembakan.

Kedua instansi juga menyatakan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Amran berharap aparat segera mengungkap kasus tersebut sekaligus memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Kami sangat berduka mendengar kabar ini. Semoga aparat keamanan dapat segera mengungkap kasus ini dan memastikan tidak terulang kembali. Kita ingin pembangunan pertanian di Papua kuat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," beber Amran.

Satgas Operasi Damai Cartenz mengungkap penembakan terjadi pada Rabu (9/9) sekitar pukul 15.53 WIT. Saat itu, rombongan 11 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau kegiatan cetak sawah.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan tiga pegawai berstatus ASN tewas dalam penembakan tersebut. Mereka yakni WB (24), AR (49) yang merupakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, serta AAM (35).

WB mengalami luka tembak di pinggang kanan dan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis di RSUD Wamena. AR mengalami luka tembak di bagian perut dan meninggal di lokasi, sementara AAM mengalami luka tembak di kepala bagian belakang serta tangan kiri dan juga meninggal di lokasi.

Pasca kejadian, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan, penyelidikan, serta evakuasi korban.

Petugas juga menyisir sekitar Puskesmas Muliama dan lokasi yang diduga menjadi tempat penembakan serta mengamankan delapan saksi yang berada bersama rombongan.

Yusuf mengatakan penembakan tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga.

Namun, aparat masih mendalami identitas dan keterlibatan pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar