Danantara: Kopdes Bisa Tekan Kebocoran Subsidi Rp150 Triliun

Rabu, 09/09/2026 21:15 WIB
Resmi Jadi Pimpinan Danantara, Rosan-Dony Didesak Mundur dari Kabinet. (Bisnis).

Resmi Jadi Pimpinan Danantara, Rosan-Dony Didesak Mundur dari Kabinet. (Bisnis).

law-justice.co - Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengungkapkan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) berpotensi menghemat anggaran subsidi negara hingga Rp150 triliun setiap tahunnya.

Dony mengatakan penghematan itu karena penerapan sistem data tunggal (single data) yang membuat penyaluran subsidi menjadi jauh lebih tepat sasaran.

Ia menambahkan Kopdes Merah Putih dirancang bukan sekadar koperasi biasa, melainkan sebagai pusat distribusi utama di tingkat desa. Pemerintah ingin memastikan barang subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak melalui integrasi sistem online yang tengah dibangun Danantara bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Koperasi (Kemenkop).

"Tadi kita berdiskusi, kita sedang membuat tim, antara tim saya, dan tim Pak Purbaya, dan tim Menteri Koperasi membangun nanti online system, yang berdasarkan kepada basis siapa yang berhak untuk menerima subsidi," ujar Dony saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

"Teman-teman bisa bayangkan nanti paling tidak kita bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran sekitar Rp150 triliun setahun. Jadi mesti dilihat dampaknya. Itu satu," imbuhnya.

Selain itu, Dony menyebut Kopdes Merah Putih juga akan berfungsi sebagai instrumen pengendali inflasi di daerah. Dengan jaringan distribusi yang mencakup seluruh desa, pemerintah dapat dengan mudah melakukan intervensi jika terjadi lonjakan harga bahan pokok di pasar lokal.

Kopdes Merah Putih pun dipersiapkan untuk memperluas inklusi keuangan masyarakat pedesaan. Dony menjelaskan nantinya koperasi kan terintegrasi sebagai agen layanan keuangan seperti BRILink demi memudahkan penarikan dan setoran tunai, sekaligus menghadirkan layanan pinjaman PNM Mekaar dengan bunga sebesar 8 persen.

"Kopdes ini akan menjadi agennya BRILink, di mana masyarakat desa bisa mengambil penarikan dan setoran uang. Yang kedua, kita ingin memutus mata rantai rentenir di desa. PNM nanti akan membuka kantor di Koperasi Desa dalam rangka apa? Menyalurkan kredit. Untuk menghindari adanya, sekarang kan banyak yang kena rentenir dan sebagainya. Nanti dengan bunga ada 8 persen," jelas Dony.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar