Waketum Golkar Sebut Poros Solo-Cikeas Mulai Pasang Kuda-Kuda Pilpres
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia. (Tribunnews)
law-justice.co - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyatakan bahwa pihaknya menduga dua poros kekuatan politik telah memasang `kuda-kuda` persiapan untuk pemilihan presiden (pilpres) mendatang.
Doli menyoroti pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada peringatan HUT ke-25 Demokrat, Sabtu (5/9), yang dinilai sebagai gesture poros politik Cikeas untuk maju di pilpres.
Sebelumnya, pernyataan Ketua Umum relawan Jokowi, Projo, Budi Arie Setiadi yang sempat ramai di media sosial, juga dinilai Doli sebagai sinyal kesiapan poros politik Solo menghadapi pilpres.
"Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, yang mewakili satu poros politik (Solo), sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi poros politik (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat," kata Doli saat dihubungi, Selasa (7/9).
Wakil Ketua Baleg DPR itu juga menunggu poros politik penting lain, yakni Teuku Umar atau PDIP untuk menyatakan kesiapannya maju dalam kontestasi Pilpres 2029.
"Memang menjadi agak unik, bila dalam waktu dekat, salah satu poros politik penting lain (Teuku Umar), tidak kunjung menyatakan siap bertarung pada Pilpres 2029," katanya.
Doli menuturkan, baik pidato AHY maupun Budi Arie merupakan sinyal pertarungan Pilpres 2029 telah dimulai dan semakin terbuka, dua poros politik, Solo dan Cikeas telah memasang kuda-kuda mereka.
"Fenomena seperti itu, semakin menguatkan bahwa ternyata magnet Pilpres 2029 tak bisa terhindarkan lagi dan semakin terbuka. Sepertinya beberapa kekuatan sudah mulai pasang kuda-kuda," katanya.
Meski begitu, Doli mengaku heran dengan pergerakan dua poros tersebut. Sebab, baik Demokrat maupun Projo sama-sama berada dalam koalisi pemerintahan.
"Padahal kedua poros ini sedang bersama-sama berada satu kapal di dalam pemerintahan," katanya.
AHY singgung batas kekuasaan
AHY dalam pidatonya di kantor DPP Partai Demokrat, menyinggung sejumlah isu terkait pemilu. AHY meminta seluruh kader, baik yang berada di eksekutif, legislatif, maupun kepala daerah untuk senantiasa peka dan jujur terhadap kenyataan yang dirasakan oleh rakyat di lapangan.
"Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," katanya.
Sementara, Budi Arie dalam sebuah video yang beredar, berbicara kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat. Video ini viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, Budi tampak berada di sebuah forum. Ia duduk di samping Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
"Tadi saya sudah bisikkan ke Pak Jokowi, `Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?` Apakah kita mau? Belum tentu kita mau," kata Budi Arie.
"Kita masih ngomong, `Oh ini Pemilu 2029, Pemilu 2029`. Kalau terjadi percepatan bagaimana? Kita siap enggak?" imbuh dia.




Komentar