Kabut Asap, Mahasiswa Malaysia Ajak Filipina-Thailand Demo Presiden RI

Selasa, 08/09/2026 05:30 WIB
Kabut Asap, Mahasiswa Malaysia Ajak Filipina-Thailand Demo Presiden RI. (Istimewa).

Kabut Asap, Mahasiswa Malaysia Ajak Filipina-Thailand Demo Presiden RI. (Istimewa).

law-justice.co - Sejumlah Mahasiswa Malaysia mengajak warga Filipina hingga Thailand untuk mendemo Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto karena bencana kabut asap yang ditimbulkan dalam beberapa waktu terakhir.

Ajakan demo itu disampaikan dalam orasi yang digaungkan mahasiswa dari Himpunan Advokasi Rakyat Malaysia (HARAM) yang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam aksinya para mahasiswa itu memaki-maki Presiden RI karena bencana asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di wilayah Indonesia.

Mereka tidak terima Malaysia terkena dampak Karhutla Indonesia sehingga tidak bisa lagi menikmati udara segar karena kabut asap.

"Udara bersih hak warga Malaysia," ucap seorang mahasiswa.

Mahasiswa tersebut ultimatum Prabowo agar mendengar aspirasi mahasiswa Malaysia.

Setidaknya kata mereka, apabila Prabowo tak mau mendengar aspirasi mahasiswa Indonesia maka harus mendengar mahasiswa Malaysia.

Bahkan para mahasiswa Malaysia itu mengancam akan mengajak sejumlah mahasiswa lain lintas negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk mendemo Presiden RI.

Mereka akan mengajak mahasiswa Thailand dan Filipina bergabung dalam aksi.

"Ini baru mahasiswa Malaysia yang menuntut kamu (Presiden RI), belum ke depannya akan ada mahasiswa Filipina dan Thailand," ungkapnya.

Diketahui kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia membuat sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina terdampak kabut asap.

Sudah hampir sebulan kabut asap menjadi masalah di sejumlah negara Asia Tenggara (ASEAN) imbas dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia.

Presiden RI Prabowo Subianto mengakui bahwa pemerintah terlambat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimangan dan Sumatra.

Pengakuan itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas (Ratas) penanganan Bencana Alam yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta pada Senin (7/9/2026).

Dalam keterangannya, Prabowo menyebut pemerintah sudah berupaya maksimal untuk memadamkan api yang membakar hutan dan lahan Kalimantan juga Sumatra.

Namun kata Prabowo, pihaknya mengakui ada keterlambatan di berbagai elemen sehingga harus menjadi evaluasi.

"Walaupun ada keterlambatan di sana sini itu kita catat untuk mengambil langkah yang antisipatif," jelas Prabowo.

Prabowo menjelaskan, ke depannya pemerintah akan fokus pada pencegahan kebakaran hutan bukan penanganan setelah kebakaran.

Maka itu pemerintah akan menambah anggaran kebencanaan.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar