11 Orang Meninggal Dunia Akibat Pasar di Paniai Papua Tengah Terbakar
Menteri Kesehatan Senegal dipecat karena rumah sakit kebakaran yang menewaskan 11 bayi baru lahir (antara)
law-justice.co - Peristiwa kebakaran menghanguskan puluhan bangunan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Provinsi Papua Tengah. Sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Kepolisian masih menyelidiki kebakaran kawasan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Provinsi Papua Tengah yang menewaskan lima dewasadan enam anak itu.
Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry JManurung di Nabire, mengatakan kebakaran terjadi Senin (7/9) sekitar pukul 00.25 WIT dan api dengan cepat membesar hingga merembet ke kios yang berdempetan sehingga menghanguskan sekitar 40 bangunan.
"Kebakaran di kawasan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, mengakibatkan puluhan rumah terbakar dan 11 orang meninggal dunia," kata dia seperti dikutip dari Antara.
Dia mengatakan seluruh korban dievakuasi ke RSUD Paniai untuk penanganan lebih lanjut.
Dari 11 korban tersebut, lima orang dewasa, yakni Na (70), Wa (36), Ha (30), RF (28), dan He (30), sedangkanenam lainnyaanak-anak, yakni As (9), Ab (6), Ad (5), Ar (9), Ic (6), dan AY (2).
Kepolisian mengerahkan satu kendaraan taktis (rantis) penyemprot airuntuk membantu memadamkan api. Kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT.
"Besarnya kobaran api dan kondisi bangunan yang saling berdempetan membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama," ujarnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, aparat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah rumah kios yang terbakar dan menemukan 11 korban dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar.
Henry mengatakan penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Kepolisian masih mengumpulkan keterangan para saksi dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.
"Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara," ujarnya.



Komentar