Kata Polda Metro soal Brimob Disebut Kawal Rombongan GRIB Usai Aksi

Senin, 31/08/2026 13:28 WIB
Viral Massa Bawa Tongkat Turun dari Truk Usai Demo 27 Agustus. (Istimewa).

Viral Massa Bawa Tongkat Turun dari Truk Usai Demo 27 Agustus. (Istimewa).

law-justice.co - Polda Metro Jaya secara resmi membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai pengawalan Korps Brigade Mobil terhadap sekelompok massa diduga rombongan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atau GRIB Jaya.

Sebuah video dengan narasi personel Brimob mengawal sejumlah truk yang diduga mengangkut anggota GRIB Jaya pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, saat demonstrasi berujung rusuh, ramai berseliweran di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah truk mengangkut rombongan yang mengenakan ikat kepala berwarna putih. Mereka juga membawa benda menyerupai kayu. Sejumlah sepeda motor anggota Brimob tampak melintas di sisi truk-truk tersebut.

“Narasi tersebut tidak benar,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto pada Senin, 31 Agustus 2026.

Dia menyebutkan, kendaraan Brimob yang terlihat dalam video tersebut sedang patroli serta memonitor situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sejumlah titik yang dinilai perlu mendapat perhatian. Hal tersebut menyusul adanya demonstrasi dan potensi kerawanan di beberapa wilayah.

“Mari bijak dalam bermedia sosial, cek fakta sebelum membagikan informasi,” kata Budi.

Sebelumnya, GRIB Jaya menjelaskan ihwal video viral kehadiran ketua umumnya, Rosario de Marshal alias Hercules, di lokasi kerusuhan demonstrasi.

Kepala Divisi Hukum Dewan Pimpinan Pusat GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan Hercules berada di lokasi bukan untuk ikut dalam demonstrasi yang berujung kericuhan.

Dia menyebut, Hercules datang untuk melihat situasi keamanan dan kondisi saat kejadian.

“Kehadiran tersebut merupakan bagian dari upaya persuasif untuk memantau keadaan dan menjaga kondusivitas lingkungan, bukan memperkeruh keadaan, melakukan provokasi, ataupun terlibat dalam benturan fisik,” kata Wilson dalam keterangan tertulis, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Wilson mengatakan GRIB Jaya juga tak menginstruksikan anggotanya untuk turun ke kegiatan yang berhubungan dengan unjuk rasa tersebut. Imbauan untuk tidak mengikuti demo, kata dia, juga telah disampaikan Hercules di berbagai media internal GRIB Jaya.

“Karena itu, keberadaan individu tertentu di suatu lokasi tidak dapat serta-merta ditafsirkan sebagai representasi tindakan organisasi, terlebih tanpa adanya bukti mengenai perintah, koordinasi, ataupun keterlibatan dalam suatu tindak pidana,” ujar Wilson.

Dia menyayangkan sejumlah narasi terkait dengan video Hercules yang beredar di media sosial. Wilson mengklaim narasi tersebut direkayasa seolah GRIB Jaya terlibat kerusuhan.

Menurut dia, narasi itu hanya bersumber dari potongan video sehingga kehilangan konteks.

“Karena itu, publik perlu berhati-hati. Jangan sampai seseorang dinyatakan terlibat hanya karena terlihat berada di lokasi,” tutur Wilson.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar