Dicecar Wartawan Soal Uang Dollar, Raja Juli Pilih Bungkam
Menhut Raja Juli Akui Terima Amplop, KPK Didesak Profesional. (Istimewa).
Aksi diam itu terjadi usai Raker dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Awak media yang sudah menunggu sejak lama langsung memberondong pertanyaan soal amplop berisi dollar dan pengembaliannya ke KPK.
Raja Juli pura-pura tak dengar. Ia malah ngoceh soal hasil rapat. Saat ditanya lagi soal dugaan suap dan pengembalian uang, jawabannya bikin geleng-geleng.
“Saya lagi sibuk ngurus Karhutla,” ucapnya enteng sambil berlalu.
Padahal, KPK sudah mengendus kuat. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memastikan pihaknya sedang mendalami dugaan pemberian uang Pemkab Kuansing ke Kemenhut, termasuk drama pengembaliannya.
“Penyidik melakukan pendalaman terkait dugaan pemberian sejumlah uang kepada pihak Kemenhut, dan pengembaliannya,” tegas Budi di Jakarta, Sabtu.
KPK tak main-main. Jumat (14/8/2026), empat saksi diperiksa: Ketua DPRD Kuansing Juprizal, Asisten I Sekda Kuansing Fahdiansyah, Koordinator Pokja Wilayah Sumatera Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kemenhut berinisial RAN, dan pihak swasta NOV.
Sebelumnya, pada 8 Juli 2026, KPK juga sudah memeriksa Juprizal dan menyita uang 12.000 dollar Singapura. Uang itu disebut hanya sebagian kecil dari total 46.500 dollar Singapura yang diduga diberikan Suhardiman Amby kepada Menhut Raja Juli Antoni.

Komentar