40.040 Orang Mengungsi dan 11.925 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT
BMKG melaporkan gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT, akibat aktivitas Flores Back Arc Thrust. (Foto: ANTARA/Ho-SAR)
law-justice.co - Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengungkapkan sebanyak 40.040 pengungsi dan 11.925 rumah rusak akibat gempa bumi M7.7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah. Jadi, perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya, namun ini karena banyaknya dampak psikologis yang dirasakan oleh warga," bebernya saat konferensi pers virtual yang diadakan pada Selasa (18/8).
Selanjutnya, ia juga memberikan rincian terkait jumlah pengungsi berdasarkan daerah. Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai menjadi kabupaten dengan jumlah pengungsi tertinggi.
Terdapat kurang lebih 15.465 pengungsi di Manggarai Timur. Angka ini meliputi 966 jiwa yang mengungsi di posko dan 14.499 mengungsi secara mandiri.
Lalu, terdapat 6.847 pengungsi di Manggarai dan 6.221 pengungsi di Nagekeo. Sedangkan, sebanyak 5,681 pengungsi berada di Sikka, 3,666 pengungsi di Ende, 1.920 pengungsi di Ngada, dan 600 pengungsi di Manggarai Barat.
Selain itu, BNPB juga melaporkan rumah rusak sebanyak 11.925 unit. Angka ini terdiri dari 5.516 unit dikategorikan rusak berat, 1.916 unit rusak ringan, dan 4.493 unit rusak ringan.
"Daerah dengan rusak tertinggi adalah di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Ngada," lanjutnya.
Rincian jumlah rumah rusak dari daerah tertinggi tersebut meliputi 2.862 unit di Nagekeo, 2.827 unit di Manggarai Barat, dan 2.296 unit di Ngada.

Komentar