Usai Gempa M 7: Air Laut Surut-Listrik Mati di Labuan Bajo

Sabtu, 15/08/2026 07:29 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi (pixabay)

Ilustrasi Gempa Bumi (pixabay)

law-justice.co - Gempa dengan kekuatan magnitudo 7 melanda Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat warga setempat serta turis panik. Saat ini terjadi fenomena air laut surut dan aliran listrik mati.

"Saya di dermaga dekat Kantor Syahbandar, Hotel Meurorah. Saya lihat turis-turis, bule-bule sudah mulai panik, kebingungan. Informasi dari teman-teman di hotel-hotel juga tamu berhamburan keluar," jelas Yasin (63) kepada detikcom pada Sabtu (15/8/2026) pukul 07,00 WIB.

Yasin menyebut warga panik lantaran melihat fenomena air laut surut. Mereka khawatir terjadi tsunami. Ditambah, warga mendapat imbauan waspada dari perangkat lingkungan setempat.

"Warga di sini sudah panik karena air laut sudah terlihat agak turun, sudah ada imbauan waspada," ucap Yasin.

Yasin sendiri merasakan guncangan gempa 6,2 magnitudo saat berada di rumah panggung kecil milik temannya di area Kampung Air. Yasin menyebut guncangan terjadi cukup lama, lebih dari satu menit.

"Tadi saya di rumah panggung kecil milik teman di Kampung Air, belakang Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo. Lagi ngopi, terasa goyangnya kencang sekali beberapa menit, tak lama berhenti. Lalu ada susulan lagi," cerita Yasin.

Yasin menyebut kini kondisi listrik mati. Gempa juga berdampak pada kecepatan jaringan internet yang melambat.

"Sekarang jaringan internet tidak stabil, lelet. Listrik di sini mati sekarang," pungkas dia.

Sebelumnya gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 6,2 terjadi Labuan Bajo, Nusa Tengara Timur (NTT). Gempa terjadi pada pukul 05.13 WIB.

"Gempa 6,2 di 46 km Timur Laut LABUAN BAJO-NTT," tulis BMKG melalui akun X-nya, Sabtu (15/8/2026).

Gempa ada pada kedalaman 10 kilometer.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar