Sampah Jadi Rebutan, Trump Siapkan Langkah Baru untuk Menandingi China

Sabtu, 01/08/2026 12:58 WIB
Sampah Jadi Rebutan, Trump Siapkan Langkah Baru untuk Menandingi China  (cnnindonesia).

Sampah Jadi Rebutan, Trump Siapkan Langkah Baru untuk Menandingi China (cnnindonesia).

law-justice.co -  

Bagian dari upaya Amerika Serikat untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok mineral kritis yang selama ini banyak didominasi China, sekaligus memperkuat ketahanan pasokan bahan baku strategis bagi sektor industri, teknologi, dan pertahanan. Akhirnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan  perintah eksekutif yang memungkinkan pembatasan ekspor limbah industri tertentu. Langkah ini adalah upaya mempertahankan pasokan mineral kritis dan logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri.

Kebijakan baru ini juga menjadi bagian dari upaya Washington untuk mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok mineral yang didominasi China serta memperkuat keamanan pasokan bahan baku strategis bagi industri dan pertahanan AS.

Melalui perintah tersebut, pemerintah AS dapat membatasi pengiriman limbah industri dan limbah elektronik yang masih mengandung mineral bernilai tinggi ke luar negeri.



Material yang ditargetkan antara lain baterai bekas, black mass hasil daur ulang baterai, tungsten, serta berbagai komponen elektronik yang mengandung mineral kritis dan unsur tanah jarang.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan bahan baku bagi industri daur ulang domestik, sekaligus membantu AS memperoleh kembali mineral strategis tanpa harus membuka banyak tambang baru.

Kebijakan tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian langkah pemerintahan Trump untuk memperkuat ketahanan rantai pasok mineral nasional di tengah persaingan ekonomi dan teknologi yang semakin ketat dengan China.

Pemerintah AS berharap material tersebut, terutama tungsten dan serpihan baterai yang dikenal sebagai black mass, dapat dialihkan ke fasilitas daur ulang dalam negeri.

Berdasarkan data organisasi lingkungan Basel Action Network, AS mengekspor hampir 33.000 ton metrik limbah elektronik setiap bulan. Sebagian besar limbah itu mengandung lithium dan mineral kritis lain yang sebenarnya masih dapat didaur ulang.

 

Ekspor limbah elektronik selama ini menjadi keluhan industri daur ulang AS.

Mereka berpendapat bahwa mempertahankan material tersebut di dalam negeri dapat membantu Washington mencapai target produksi mineral kritis sekaligus mengurangi kebutuhan pembukaan tambang baru yang sering mendapat penolakan masyarakat.

Pemerintahan Trump juga menerima banyak keluhan dari perusahaan daur ulang yang menilai mereka sulit bersaing dengan pembeli global yang berani membayar harga di atas pasar untuk limbah bernilai tinggi tersebut.

Dalam 18 bulan terakhir, sejumlah perusahaan daur ulang Amerika Utara menghadapi tekanan keuangan.

 

Saat ini negara China menguasai sebagian besar produksi mineral kritis dunia. Menurut Survei Geologi AS (USGS), Amerika masih bergantung pada China untuk lebih dari selusin mineral strategis yang dianggap vital.

Meski memiliki cadangan mineral kritis dalam berbagai produk jadi seperti baterai lithium-ion dan magnet, AS tetap sangat bergantung pada impor bahan baku mineral.

Melalui kebijakan itu, pemerintah AS berwenang membatasi atau mengendalikan ekspor limbah industri dan limbah elektronik yang masih mengandung mineral bernilai tinggi guna mendorong pengolahan dan pemanfaatannya di dalam negeri.

 

 

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar