Polda Metro: Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak Hoaks
Mantan Jampidsus Febrie Adryansah sesaat sebelum memasuki mobil tahanan, Jumat (24/7). (Kompas)
law-justice.co - Sebuah unggahan dengan narasi ajudan bekas Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah tewas ditembak beredar di media sosial.
Dalam unggahan itu disebutkan ajudan Febrie tewas ditembak oleh orang misterius. Disebutkan pula bahwa jenazah ajudan Febrie masih belum ditemukan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan bahwa itu adalah informasi tidak benar atau hoaks.
Budi berkata Polda Metro telah berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan untuk memverifikasi kabar tersebut.
"Sejauh ini kami sudah mengkonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan itu adalah hoaks," beber Budi kepada wartawan, Selasa (28/7).
Lebih lanjut, Budi turut mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," jelas dia.
Sebelumnya, seorang pria bernama Sutrimo meninggal dunia pada Kamis (23/7) lalu.
Sutrimo ditemukan dalam dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan kemudian dibawa menuju RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans.
Korban disebut-sebut merupakan kepala rumah tangga (Karumga) bekas Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah.
Hingga kini belum ada respon dari kuasa hukum Febrie Adriansyah.
Sementara itu, Budi mengatakan pihaknyamasih melakukan penyelidikan terkait sosok korban.
"Masih didalami," ucap Budi, Minggu (26/7).
Lebih lanjut Budi mengatakan penyelidik tengah mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
"Rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya almarhum, serta informasi lain yang berkaitan juga sedang didalami," tegas dia.

Komentar