Diserang OTK di Yahukimo, Personel Satgas Damai Cartenz Tewas
Ilustrasi Mayat (Foto:Pixabay)
law-justice.co - Seorang anggota Satgas Operasi Damai Cartenz, Brigpol Fredi Lukas Awes ditemukan meninggal dunia dengan kondisi penuh luka di Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin (20/7) malam.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Fredi saat menjalankan tugas. Ia memastikan pelaku penyerangan terhadap Fredi akan diusut secara tuntas dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.
"Pengabdian almarhum merupakan wujud dedikasi dan loyalitas dalam menjaga keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7).
"Kami memastikan peristiwa ini akan ditangani secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," imbuhnya.
Wakil Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, AKBP Andri Alam menjelaskan korban yang merupakan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) sedang bertugas melakukan pengamanan di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dia menyebut korban ditemukan di kawasan Kompleks Jalan Pertanian Halabok Paradiso Belakang, Dekai, Yahukimo, sekitar pukul 23.30 WIT dalam kondisi meninggal dunia.
Selain itu, kata dia, dari hasil pemeriksaan didapati luka-luka akibat senjata tajam yang diduga dilakukan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK). Andri mengatakan saat ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
"Korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian ke RSUD Dekai guna keperluan rangakaian pemeriksaan medis lebih lanjut. Selanjutnya, jenazah diterbangkan ke Kota Jayapura dan saat ini telah disemayamkan di rumah duka," jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz, Polres Yahukimo dan BKO Brimob Yon B Polda Papua juga telah melakukan olah TKP hingga pemeriksaan sejumlah saksi.
"Serta melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diduga melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia," tuturnya.
"Kami berkomitmen mengungkap secara menyeluruh pelaku maupun motif dalam peristiwa ini. Seluruh proses dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku," pungkasnya.



Komentar