Sang Dokter tetap Melayani Pasien dengan Cucur Air Mata Diintimidasi
Sang Dokter tetap Melayani Pasien dengan Cucur Air Mata Diintimidasi foto detik.com
law-justice.co -
Peristiwa tragis dimana Kematian dokter Icha telah membetot perhatian publik karena memiliki jejak dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara. Dimana kasus dokter Icha, yang bernama lengkap Elisa Princilia Utami Pakaenoni, yang ditemukan tak bernyawa karena mengakhiri hidupnya pada Jumat (26/06). Sang Dokter tetap Melayani Pasien dengan Cucur Air Mata.
Lokasi peristiwa terjadi di Rumah Sakit Umum Leona di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT),
Selama penanganan pasien gigitan ular di IGD RSU Leona, dokter Icha diduga menerima intimidasi selama berjam-jam. Wajahnya ditunjuk-tunjuk. Dibentak "dengan nada yang tidak kita harapkan". Diancam. Keterangan keluarga yang dikutip dari Media BBC
"Sudah itu, menyatakan diri dia adalah anggota DPRD yang membidangi komisi III, yang membidangi dinas kesehatan, bahkan dia bisa membekukan setiap praktik yang dilakukan oleh para dokter," kata Gabriel Pakaenoni, ayah dokter Icha di rumah duka, Senin (29/06).
Selain itu, salah satu anggota DPRD yang terlibat dalam ketegangan ini mengancam akan "memanggil wartawan".
Gabriel Pakaenoni , ayah dokter Icha bersama kedua putrinya dalam prosesi pemakaman dokter Icha. Ia mengatakan, keluarga selalu diceritakan berulang-ulang oleh dokter Icha tentang kejadian dugaan intimidasi.
Gabriel Pakaenoni (tengah), ayah dokter Icha bersama kedua putrinya bercerita saat dalam prosesi pemakaman dokter Icha. Ia mengatakan, keluarga selalu diceritakan berulang-ulang oleh dokter Icha tentang kejadian dugaan intimidasi.
Bagaimanapun, dalam kondisi tertekan, dokter Icha tetap teguh menjalankan SOP dan melayani pasien dengan "kasih sayang".
"Saat itu dia ditunjuk, dibentak dengan suara keras dengan segala macam, tetapi dia tetap melayani dengan cucuran air mata. Dia masih tetap melayani pasien," kata Gabriel dengan mata berkaca-kaca.
Nur Azizah, istri Gabrel "Saya memuji dia. Kamu luar biasa. Kamu ditekan, dipaksa dalam emosi yang tidak stabil, tapi standar tetap kamu terapkan. Itulah luar biasanya dia," kata Nur Azizah.
Bagaimanapun, tragedi penanganan pasien gigitan ular ini begitu membuat luka mendalam di batin dokter Icha. Cerita ini terus disampaikan dalam tiap kesempatan berkomunikasi dengan keluarga.
"Itu diceritakan berulang-ulang," kata Gabriel Sang Ayah.
Ketiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap dokter Icha telah menjalani pemeriksaan kepolisian. Salah satunya mengakui "nada bicara memang sempat meninggi" saat bicara dengan dokter Icha, tapi membantah melakukan intimidasi.


Komentar