Usai Saling Serang, Trump Klaim AS-Iran Damai di Tahap Final

Sabtu, 13/06/2026 10:09 WIB
Presiden AS DOnald Trump umumkan pihaknya telah melakukan serangan bom ke fasilitas nuklir milik Iran. Serangan in soantak menuai kecaman dari masyarakat dunia, termasuk Indonesia. (Reuters via CNN Indonesia)

Presiden AS DOnald Trump umumkan pihaknya telah melakukan serangan bom ke fasilitas nuklir milik Iran. Serangan in soantak menuai kecaman dari masyarakat dunia, termasuk Indonesia. (Reuters via CNN Indonesia)

law-justice.co - Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat dan Iran hampir menyelesaikan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung nyaris empat bulan.

"Dokumen-dokumennya sudah hampir final, jadi kita lihat saja nanti. Kita lihat saja nanti" kata Trump di Ruang Oval pada Kamis (11/6), dikutip CNN.

Dia lalu berujar "Seharusnya bisa diselesaikan dengan cukup cepat."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kedua pihak belum pernah mencapai kesepakatan sedekat ini.

"Nota Kesepahaman Islamabad tidak pernah sedekat ini. Menjelang proses finalisasinya, media diharapkan menahan diri dari spekulasi soal isinya," kata Araghci di X pada Jumat.

Lebih lanjut, Araghchi mengatakan rincian soal kesepakatan AS-Iran akan diumumkan di waktu yang tepat

Senada, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan Teheran dan Washington berada di tahap akhir untuk menyelesaikan kesepakatan.

"Saat ini, kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir musyawarah internal," ungkap Baghaei.

Dia juga mengatakan pertemuan dengan lembaga-lembaga terkait sedang berlangsung.

"Dengan mengamati secara saksama posisi pihak lain, kami akan mengumumkan sikap kami sesuai dengan keadaan," beber Baghaei.

Kesepakatan tersebut mencakup pembahasan program nuklir Iran, pencabutan sanksi terhadap negara Timur Tengah itu, blokade Selat Hormuz, hingga konflik Lebanon.

Jika kedua pihak sudah betul-betul sepakat draf tersebut akan ditandatangani dalam beberapa hari mendatang. Lokasi penandatanganan kemungkinan dilakukan di Jenewa, Swiss.

Nota kesepahaman yang sudah diteken akan membuat AS dan Iran memiliki periode 60 hari untuk menggelar negosiasi "teknis."

Iran menjadi perhatian dunia usai Amerika Serikat dan sekutunya Israel menggempur habis-habisan negara tersebut mulai 28 Februari.

Teheran tak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di negara Arab.

AS dan Iran sempat sepakat gencatan senjata pada April dan diperpanjang tanpa rincian waktu. Mereka juga terlibat upaya negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen. Namun, tuntutan dalam negosiasi itu kerap berseberangan sehingga kedua pihak tak mencapai titik temu.

AS ingin melucuti program nuklir Iran yang dianggap bahaya, sementara Teheran meminta Washington menghormati pengayaan uraniumnya.

(Yudi Rachman\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar