Prabowo: Pengusaha Banyak Dosanya, Semua Nggak Bisa Bohong!
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPR RI, Jakarta, pada Jumat, 15 Agustus 2025. (Foto: BPMI Setpres)
law-justice.co - Presiden Prabowo Subianto melempar sindiran keras di depan para pengusaha muda. Dia menyinggung pengusaha Indonesia banyak dosanya.
Hal ini diungkapkan Prabowo saat berpidato pada Munas HIPMI XVIII di Lampung. Pidatonya disiarkan virtual via YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya pengusaha tidak bisa bohong di hadapannya, apalagi pengusaha HIPMI. Dia mengaku mengenal dekat pengusaha senior HIPMI sejak muda.
"Pengusaha Indonesia banyak dosanya! Betul? Lu semua nggak bisa bohong sama gue, gue udah ngerti lho! Tokoh HIPMI ini gue kenal dari kecil lho," sindir Prabowo dalam pidatonya diikuti riuh para pengusaha yang hadir.
Di tengah keriuhan pengusaha yang hadir, Prabowo mengungkapkan tak apa dosa-dosa masa lalu ditutup. Yang penting, di masa yang akan datang, para pengusaha bisa berusaha dengan manajemen yang taat hukum, bila mau akal-akalan Prabowo menjamin pengusaha akan kalah selama dirinya masih jadi presiden.
"Tapi sudah lah nggak apa-apa dosa, kita tutup. Kita bangkit menatap ke depan. Sekarang jangan coba-coba melanggar hukum, saudara akan kalah," jelas Prabowo.
Menurutnya, teknologi makin canggih. Kecurangan dalam bentuk apapun akan mudah terdeteksi. "Sekarang ada teknologi, ada AI, semua dokumen setebal-tebalnya bisa dibaca 5 menit, kontrak bisa dibaca 5 menit," bebernya.
Dia mengajak para pengusaha untuk menguasai, mengendalikan, semua sumber daya untuk sebesar-besarnya mendorong kemakmuran rakyat Indonesia. Dia bilang semua pihak harus percaya diri bisa membangun Indonesia yang hebat.
"Semua negara melihat sebenarnya Indonesia tidak terbendung, kita sudah algoritmanya, sudah ada hitungannya, sudah ada, kalau kita pandai dan cerdas, 2045 kita akan menjadi negara ekonomi keempat terbesar," beber Prabowo.

Komentar