Gempa Dahsyat Menjadikan Filipina Hancur dan Jatuh Korban Jiwa

Selasa, 09/06/2026 21:10 WIB
Gempa bumi (Foto: Okezone)

Gempa bumi (Foto: Okezone)

law-justice.co - Gempa dengan magnitudo (M) 7,8 yang mengguncang Filipina menimbulkan korban jiwa.

Gempa dahsyat yang mengguncang area lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, pada Senin (8/6) pagi, sekitar pukul 07.37 waktu setempat itu, menurut laporan media lokal Philstar, menyebabkan kerusakan luas di beberapa area Mindanao.

Gempa ini merobohkan bangunan, mengganggu pasokan listrik dan air, serta memicu tanah longsor di beberapa area. Gempa ini juga sempat memicu peringatan tsunami.

41 Orang Tewas

Ribuan orang, seperti dilansir AFP, Selasa (9/6/2026), masih mengungsi dari rumah-rumah mereka. Hingga Selasa (9/6) pagi, jumlah korban tewas berdasarkan sumber-sumber provinsi setempat, yang dihubungi oleh AFP, mencapai sedikitnya 41 orang.

Wakil juru bicara Kantor Pertahanan Sipil (OCD), Diego Mariano, mengatakan bahwa sebagian besar kematian tercatat di wilayah Soccsksargen, termasuk di Provinsi Sarangani, Kota General Santos, dan Cotabato Selatan. Korban tewas juga tercatat di wilayah Davao.

Sebagian besar korban, sebut juru bicara OCD Junie Castillo, tewas akibat reruntuhan bangunan dan struktur yang runtuh selama gempa mengguncang.

Dilaporkan pula 4 orang masih dinyatakan hilang. Saat ini, petugas masih mencari korban hilang.

Suasana mencekam menyelimuti Kota General Santos, Filipina selatan, setelah gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitudo mengguncang wilayah tersebut pada Senin (8/6/2026). Getaran kuat yang dirasakan warga menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah hingga ambruk, meninggalkan puing-puing yang berserakan di berbagai sudut kota.

(Yudi Rachman\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar