Lindungi dari Krisis Fiskal, Tom: Segera Alihkan Tabungan ke Valas

Minggu, 07/06/2026 06:14 WIB
Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, akhirnya resmi bebas dan keluar dari Rumah Tahanan Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (1/8/2025) malam sekira pukul 22.00. Robinsar Nainggolan

Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, akhirnya resmi bebas dan keluar dari Rumah Tahanan Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (1/8/2025) malam sekira pukul 22.00. Robinsar Nainggolan

law-justice.co - Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong atau yang akrab disapa Tom Lembong, kembali memberikan peringatan keras kepada masyarakat mengenai pentingnya langkah proteksi terhadap kekayaan di tengah gejolak ekonomi.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (5/6/2026), Tom Lembong menyarankan publik untuk segera mengalihkan tabungan mereka ke mata uang asing yang lebih stabil.

"Dari dua tahun lalu, saya konsisten mengingatkan segenap masyarakat untuk bijak mengelola risiko dan melindungi nilai tabungan kita," tulis Tom Lembong dalam unggahannya.

Langkah diversifikasi aset ini ia nilai sebagai tindakan krusial demi mempertahankan ketahanan finansial keluarga, bukan sekadar strategi mencari keuntungan semata.

Dia secara tegas mengkritisi kondisi keuangan negara saat ini yang terbebani oleh utang besar serta kebijakan fiskal yang dinilainya kurang terkendali.

"Ketika beban utang yang luar biasa diwariskan kepada kita, dan tren kebijakan fiskal semakin tidak terkendali, diversifikasi tabungan... bukan lagi sekadar opsi investasi, melainkan langkah penting untuk melindungi keuangan keluarga dan keuangan pribadi," lanjutnya.

Dalam arahannya, dia merekomendasikan penggunaan Dolar AS (USD), Dolar Singapura (SGD), serta Euro (EUR) sebagai instrumen untuk menjaga nilai daya beli masyarakat.

Kendati demikian, Tom Lembong menegaskan bahwa kunci utama pemulihan ekonomi tetap berada pada keberanian pemerintah melakukan perombakan orientasi kebijakan secara mendasar.

"Tentu saja, perlindungan daya beli terbaik tetap berada di tangan Pemerintah melalui perubahan orientasi kebijakan yang fundamental. Tanpa perubahan orientasi kebijakan yang menyeluruh dan mendalam, sulit melihat Rupiah dan daya beli kita bisa pulih," pungkasnya.

Unggahan tersebut segera memicu atensi luas dari netizen yang merespons dengan berbagai pertanyaan teknis mengenai pembukaan rekening mata uang asing serta dampak sentimen ini terhadap stabilitas Rupiah.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar