Ditemukan Rekan Satu Selnya, Surat Wasiat Jeffrey Epstein Terungkap

Minggu, 03/05/2026 11:41 WIB
Surat Kematian Jeffrey Epstein. (Istimewa).

Surat Kematian Jeffrey Epstein. (Istimewa).

law-justice.co - Setelah surat yang diduga sebagai wasiat terakhir mendiang miliarder sekaligus terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein ditemukan oleh rekan satu selnya, Nicholas Tartaglione, pada Juli 2019 di Metropolitan Correctional Center, sebuah temuan mengejutkan terungkap.

Tartaglione, seorang mantan polisi yang kini menjalani empat hukuman penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan, mengaku menemukan surat tulisan tangan tersebut saat Epstein selamat dari percobaan bunuh diri pertamanya dengan sehelai kain melilit leher.

Dokumen yang ditulis di selembar kertas kuning yang disobek dari buku catatan itu kemudian diselipkan oleh Epstein ke dalam sebuah novel grafis yang biasa ia baca selama masa tahanannya.

Dalam isi surat tersebut, Epstein secara blak-blakan menyatakan bahwa para penyelidik federal "tidak menemukan apa pun" terhadap dirinya meskipun telah melakukan penyelidikan intensif selama berbulan-bulan lamanya.

Catatan kontroversial itu diakhiri dengan kalimat penuh teka-teki yang berbunyi, "Apa yang kau ingin aku lakukan, menangis tersedu-sedu? Saatnya mengucapkan selamat tinggal," yang kini menjadi fokus perhatian publik.

Tartaglione mengklaim telah menyerahkan dokumen asli itu kepada pengacaranya, dan meyakini bahwa surat tersebut dapat menjadi bukti penting untuk membantah klaim Epstein sebelumnya tentang dugaan serangan dari teman satu sel.

Namun, surat yang dianggap sebagai wasiat terakhir itu kemudian disegel secara resmi oleh hakim federal sebagai bagian dari berkas kasus pidana Tartaglione yang terpisah.

Akibat penyegelan tersebut, dokumen penting itu hingga kini masih tersimpan aman di gedung pengadilan New York, sementara para penyelidik yang menangani kematian Epstein tidak memiliki akses sedikit pun terhadap isinya.

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa pihaknya belum pernah melihat atau meninjau langsung surat wasiat yang diduga peninggalan Epstein tersebut, dan dokumen itu juga tidak termasuk dalam ribuan halaman berkas yang telah dirilis pemerintah.

Epstein pertama kali ditemukan tidak sadarkan diri pada Juli 2019 namun selamat, sebelum akhirnya ditemukan tewas di selnya pada 10 Agustus 2019 dengan seprai tempat tidur melilit lehernya, sebuah kematian yang hingga kini masih menyisakan berbagai spekulasi di publik.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar