Prabowo Janjikan Kendalikan Sampah Indonesia dalam 3 Tahun

Selasa, 28/04/2026 18:06 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPR RI, Jakarta, pada Jumat, 15 Agustus 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPR RI, Jakarta, pada Jumat, 15 Agustus 2025. (Foto: BPMI Setpres)

law-justice.co - Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan upaya pengendalian sampah se-Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Presiden Prabowo menyampaikan itu saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kab. Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4).

"Sampah, pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional dalam dua tiga tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia ya," kata Prabowo.

Dalam peninjauan itu, Prabowo melihat langsung proses pengolahan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk pemanfaatan teknologi dalam mengurangi volume sampah serta menghasilkan produk turunan yang bernilai guna.

Presiden Prabowo menyampaikan TPST BLE merupakan suatu terobosan dan inisiatif yang baik dalam pengelolaan sampah. Ia menyebut pengolahan sampah di TPST BLE menggunakan teknologi yang tak terlalu canggih namun efektif.

"Jadi ini saya kira sangat efektif, ya. Menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini," beber Presiden Prabowo kepada awak media usai peninjauan.

Fasilitas utama yang tersedia di TPST BLE itu meliputi pre shredder, tromol screen, pencacah organik, mesin pembersih sampah, dan konveyor yang mendukung proses pemilahan dan pengolahan secara efisien.

Selain itu, keberadaan TPST BLE ini juga dinilai membuka peluang kerja bagi warga di sekitar lokasi.

Selain itu, pembangunan TPST ini juga bertujuan untuk mengolah sampah dan menghasilkan berbagai produk turunan dari pengolahan sampah, seperti genteng plastik, paving plastik manual dan injection, maggot segar, pupuk organik, hingga bahan bakar alternatif berupa refuse-derived fuel.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar