Pengakuan `Sultan` Kemnaker soal Noel Marah karena Uang THR Rp50 Juta

Senin, 20/04/2026 18:59 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (tengah) bersama tersangka lainnya berjalan menuju ruang konferensi pers usai terjaring OTT KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). KPK menetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka kasus pemerasa pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.(ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (tengah) bersama tersangka lainnya berjalan menuju ruang konferensi pers usai terjaring OTT KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). KPK menetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka kasus pemerasa pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.(ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

law-justice.co - Terdakwa kasus pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dikenal sebagai `sultan` Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro, menyebutkan eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) pernah meminta uang untuk tunjangan hari raya (THR). Bobby menyebutkan Noel marah karena uang yang terkumpul untuk THR hanya Rp 50 juta.

Hal itu disampaikan Bobby saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026). Bobby bersaksi untuk terdakwa Noel, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025, Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia, serta Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia.

"Ada lagi permintaan-permintaan yang lainnya?" tanya jaksa.

"Permintaan tapi pada saat itu permintaan untuk THR," jawab Bobby.

"Mintanya untuk THR?" tanya jaksa.

"THR. Pada saat itu seingat saya itu di 2025," jawab Bobby.

"Bulan berapa itu?" tanya jaksa.

"Tahun 2025, tapi bulannya saya lupa karena sebelum hari Lebaran," jawab Bobby.

Bobby mengatakan saat itu ia bilang ke Noel bahwa tak bisa membantu banyak untuk uang THR. Bobby mengaku takut menerima uang pengurusan sertifikasi K3 dari PJK3 setelah menerima surat pemeriksaan Kejaksaan.

"Berapa?" tanya jaksa.

"Pada saat itu saya dihubungi oleh yang bersangkutan kemudian ke ruangannya, selesai di ruangannya saya diminta untuk membantu THR dan kemudian saya sampaikan saat ini saya hanya, `saya bisa membantu tapi tidak banyak, Bang`. Kemudian yang bersangkutan mengatakan, `kenapa tidak banyak?` Saya bilang `karena saat ini kami kondisinya setelah kejadian yang pemeriksaan Kejaksaan itu kami tidak berani untuk menerima apa pun`. Saya sampaikan, begitu dari PJK3," jawab Bobby.

"Apa kata terdakwa Immanuel pada saat itu?" tanya jaksa.

"Yang bersangkutan menyampaikan `kenapa`, bilang gitu. `Ya karena ada terkait dengan kasus yang di Kejaksaan ini, Bang`. Kemudian, yang bersangkutan menyampaikan bahwa, `kenapa nggak berani? kan sudah aman`," jawab Bobby.

Bobby mengatakan saat itu hanya bisa mengumpulkan uang untuk THR sebesar Rp 50 juta. Mendengar hal itu, Bobby mengatakan Noel seperti marah lantaran jumlahnya disebut terlalu kecil.

"Terus apa lagi?" tanya jaksa.

"Saya bilang, `Saya takut, Bang`, kemudian yang bersangkutan mengatakan bahwa, `memang berapa bisa bantunya?`, saya bilang, `Kalaupun ada, saya kumpulkan paling ada Rp 50 juta`," jawab Bobby.

Bobby mengatakan uang untuk THR akhirnya tidak jadi diserahkan ke Noel. Dia mengatakan saat itu Noel sempat menyinggung mencari `pemain pengganti` untuk mengganti posisinya.

"Pada akhirnya berapa Saudara serahkan?" tanya jaksa.

"Pada saat itu yang bersangkutan seperti agak marah, `kalau nilai segitu buat apa karena anggota saya banyak. Jadi anggota saya banyak dan saya harus mengurusi anggota-anggota saya ini, jadi kalau cuman segitu mending nggak usah`. Kemudian saya sampaikan `terserah Abang`, cuman pada saat itu yang bersangkutan menyampaikan kalau memang tidak berani, kalau memang tidak bisa, cari pemain pengganti," jawab Bobby.

"Pemain pengganti apa maksudnya?" tanya jaksa.

"Yang saya tangkap pada saat itu cari orang lain yang untuk menggantikan posisi saya, kemudian saya sampaikan bahwa, `Saya tidak punya kewenangan untuk mencari pemain pengganti dan bukan kapasitas saya. Jadi silakan Abang kalau mau mencari orang lain, silakan`," beber Bobby.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar