Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Merah Putih
Prabowo Subianto Adalah Presiden Diluar Ideologi Pancasila
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPR RI, Jakarta, pada Jumat, 15 Agustus 2025. (Foto: BPMI Setpres)
law-justice.co - Presiden Prabowo Subianto pernah secara terbuka mengakui bahwa dirinya adalah produk Barat dan mendukung westernisasi.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah Tempo menjelang Pilpres 2014, Prabowo menyatakan:
“Saya memang masuk Akabri, saya lulus, sudah itu saya banyak sekolah di Barat. Saya dari elit Indonesia yang terus terang saja kiblatnya ke Barat. We are a westernized elite… Kita besarnya di alam itu. Jadi saya besar di alam bahwa nilai-nilai Barat itulah nilai-nilai modern dan bahwa kalau kita mau maju, kita harus westernisasi.” .
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai seperti demokrasi liberal, fair play, dan rule of law adalah hal yang ia terima dari pengalaman pendidikannya di Inggris dan Amerika Serikat selama 16 tahun.
Pengakuan itu sudah cukup bahwa Prabowo Subianto berpaham Liberal dan individualis. Artinya tidak akan bisa paham tentang PANCASILA DAN UUD 45 ASLI dan jangan berharap di era Presiden Prabowo Indonesia akan kembali ke Pancasila dan UUD 45 asli
Mengakui diri sebagai bagian dari “elit terwesternisasi”, dalam berbagai kesempatan Presiden Prabowo sering menggunakan narasi kritis terhadap “antek asing”, menyerukan agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada Barat, melainkan juga belajar dari negara-negara Timur, semua hanya lamis.
Pengakuan yang sering dikutip di berbagai media sosial itu sangat kontras antara pandangan masa lalunya dengan retorika nasionalis-kritis terhadap Barat yang ia gunakan dalam beberapa tahun terakhir.
Fakta berbicara lebih keras daripada kata-kata (The fact speaks louder than words ). Presiden Prabowo Subianto itu indikasi sangat kuat Presiden di luar Ideologi PANCASILA




Komentar