Kondisi 4 WNI di Kapal Musaffah 2 yang Meledak di Selat Hormuz

Minggu, 08/03/2026 21:47 WIB
foto Facebook 3-Minute Magazine

foto Facebook 3-Minute Magazine

[INTRO]

Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan ada empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden kapal tugboat Musaffah 2 yang terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz. Keempat WNI tersebut diketahui bekerja sebagai anak buah kapal (ABK).

Kapal tugboat (kapal tunda) bukan kapal perang tetapi berfungsi utama menarik, mendorong, dan bermanuver memandu kapal besar (tanker, kontainer) saat bersandar atau keluar dermaga agar aman. Selain itu, tugboat digunakan untuk menarik tongkang, membantu kapal rusak/darurat, memadamkan kebakaran di laut, serta menangani tumpahan minyak di pelabuhan.

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan insiden tersebut serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kondisi para WNI yang menjadi korban.

Menurut Kemlu, proses penanganan masih berlangsung, termasuk upaya memastikan keselamatan dan kondisi para ABK WNI yang berada di kapal tersebut saat kejadian. Pemerintah juga terus berkomunikasi dengan otoritas setempat serta pihak perusahaan kapal untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai insiden di perairan Selat Hormuz tersebut.


"Saat insiden tersebut, kapal Musaffah 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang rusak. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian 4 WNI ABK berada di kapal Musaffah 2 dan 1 WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safeen Prestige," kata Jubir I Kemlu Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).

Baca juga:
3 WNI Hilang di Selat Hormuz Usai Kapal Musaffah 2 Meledak, KBRI Bergerak


Yvonne menyampaikan satu WNI ABK mengalami luka bakar dan sedang dirawat di rumah sakit di Khasab, Oman. Sementara, satu WNI lainnya yang berprofesi teknisi di kapal kontainer, ditemukan selamat berada di Abu Dhabi.


"Status para WNI yaitu 1 WNI ABK mendapat perawatan luka bakar dan sedang berada di rumah sakit kota Khasab, Oman dan 1 WNI teknisi yang selamat telah berada di kota Abu Dhabi," ujar dia.

Yvonne melanjutkan, tiga WNI ABK di Musaffah 2 masih hilang dan diupayakan pencarian oleh otoritas setempat. KBRI di Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman masih terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

 

"Saat ini perwakilan RI di PEA, Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan kapal untuk proses pencarian 3 awak WNI yang hilang dan memastikan perawatan WNI ABK yang selamat serta terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada pihak keluarga di Indonesia," ujarnya.

 

 

Kemlu RI mengimbau seluruh WNI di kawasan Timur Tengah, termasuk WNI yang bekerja di kapal agar meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.

"Dan segera lakukan lapor diri untuk memastikan respons cepat dan tepat dari perwakilan RI. Dan dalam keadaan darurat, segera hubungi hotline perwakilan RI terkait," kata dia.

Diketahui, kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA) mengalami ledakan di Selat Hormuz. Dilaporkan ada tiga awak warga negara Indonesia (WNI) dalam proses pencarian.

 

"Insiden terjadi di Selat Hormuz, diantara perairan PEA dan Oman pada tanggal 6 Maret 2026 pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di PEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini," kata Heni kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).

Saat ini Pemerintah terus berupaya mengumpulkan informasi lebih lengkap  dengan otoritas setempat serta pihak perusahaan kapal untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai insiden di perairan Selat Hormuz tersebut. Dan akan  tetep melanjutkan komunikasi tersebut.

 
 

 

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar