Ucapan Iran soal Invasi Darat Direspon Trump `Buang-buang Waktu`

Sabtu, 07/03/2026 09:52 WIB
Ledakan Guncang Bahrain hingga Qatar Usai Iran Serang Pangkalan AS. (Istimewa).

Ledakan Guncang Bahrain hingga Qatar Usai Iran Serang Pangkalan AS. (Istimewa).

law-justice.co - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengaku tak takut jika Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan invasi darat. Presiden AS Donald Trump mengatakan invasi darat cuma buang-buang waktu.

Dilansir Press TV, Jumat (6/3/2026), hal itu disampaikan Araghchi saat berbicara dalam wawancara eksklusif dengan NBC News dari Teheran, Iran, pada Kamis (5/3) waktu setempat. Araghchi dengan tegas menolak anggapan ketakutan Iran terkait potensi invasi darat AS.

"Tidak, kami menunggu mereka," katanya ketika ditanya apakah ia takut akan kemungkinan invasi darat AS.

Dia mengatakan invasi darat akan menjadi bencana besar bagi AS. Dia menyatakan Iran siap menghadapi AS-Israel.

"Karena kami yakin bahwa kami dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka," jelasnya.

Komentar tersebut muncul di tengah meluasnya perang melawan Iran yang dimulai dengan agresi besar-besaran AS dan Israel pada hari Sabtu (28/2). Araghchi mengatakan Iran belum meminta gencatan senjata dan tetap berkomitmen untuk melawan agresi.

Araghchi menyinggung perang 12 hari di bulan Juni tahun lalu, ketika Israel dan AS menargetkan fasilitas nuklir Iran. Dia mengatakan Israel yang meminta gencatan senjata saat itu.

"Kami bahkan tidak meminta gencatan senjata pada saat itu. Pada saat sebelumnya, Israel yang meminta gencatan senjata, setelah 12 hari kami melawan agresi mereka," jelasnya.

(Yudi Rachman\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar