Usai Terobos Selat Hormuz Iran, Kapal Tanker Tenggelam Ditembak

Senin, 02/03/2026 10:17 WIB
Ketakutan Iran Mau Tutup Selat Hormuz, Amerika Minta Tolong China. (Istimewa).

Ketakutan Iran Mau Tutup Selat Hormuz, Amerika Minta Tolong China. (Istimewa).

law-justice.co - Saat mencoba melintasi Selat Hormuz, Minggu (1/3/2026), sebuah kapal tanker minyak tenggelam setelah ditembak.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang berujung penutupan Selat Hormuz oleh Teheran.

Stasiun tv Pemerintah Iran melaporkan, “Nasib kapal tanker minyak yang dihantam saat mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal adalah, kapal itu sekarang tenggelam.”

Hanya saja, seperti melansir AFP, tidak ada keterangan lebih lanjut tentang kapal siapakah itu, atau ditembak dari mana.

Rekaman yang disiarkan stasiun televisi itu memperlihatkan asap hitam tebal membubung dari kapal tanker yang terbakar di tengah laut.

Peristiwa ini terjadi saat Iran terlibat aksi saling serang dengan AS dan Israel, setelah kedua negara melancarkan serangan gabungan pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Sekitar seperempat minyak dunia yang diangkut melalui laut dan seperlima dari total perdagangan gas alam cair global melintasi selat tersebut.

Sehari sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan bahwa jalur air itu tidak aman menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel.

IRGC juga menyatakan, Selat Hormuz ditutup bagi kapal-kapal karena kondisi keamanan yang memburuk.

Kenapa Selat Hormuz penting bagi dunia?

Secara geografis, Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Iran serta menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Pada titik tersempitnya, lebar selat ini hanya sekitar 33 kilometer dengan masing-masing jalur pelayaran sekitar 3 kilometer untuk dua arah, sehingga lalu lintasnya padat dan berisiko, seperti dikutip dari DW Indonesia.

Posisi Iran di pantai utara Selat Hormuz memberi Teheran kendali atas jalur-jalur utama menuju selat tersebut.

Kondisi ini membuat Iran memiliki pengaruh signifikan terhadap jalur pelayaran yang dilalui sebagian besar ekspor minyaknya sendiri dan sebagian besar pasokan energi dunia.

Volume besar minyak mentah dari negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak yang diproduksi di kawasan Teluk Persia mengalir melalui selat ini sebelum dikonsumsi secara global.

Menurut data Vortexa, sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Qatar sebagai salah satu produsen gas alam cair (LNG) terbesar di dunia juga sangat bergantung pada selat tersebut untuk mengekspor LNG-nya.

EIA memperkirakan sekitar 82 persen pengiriman minyak mentah dan bahan bakar lain yang melewati Selat Hormuz ditujukan ke konsumen di Asia.

 

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar