Media Iran Beritakan Ali Khamenei Tewas Akibat Serangan Israel-AS
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menghadiri upacara untuk memperingati Asyura, hari paling suci dalam kalender Muslim Syiah, di Teheran, Iran, 5 Juli 2025. (Detik via REUTERS/Office of the Iranian Supreme Leader)
Media Iran memberitakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Klaim tersebut muncul di tengah pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sementara pemerintah Iran sebelumnya menyatakan Khamenei dalam kondisi aman.
Media Iran, Tasnim dan Fars News Agency mengonfirmasi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas terbunuh dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2). Dikutip dari Al Jazeera, media itu memastikan kematian Khamenei tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Dalam laporan yang disiarkan televisi nasional Iran, disebutkan bahwa Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dilancarkan pada Sabtu (28/2), dengan sejumlah target strategis diserang, termasuk di ibu kota Teheran.
Sebelumnya, media Israel dan Presiden AS Donald Trump lebih dulu mengklaim kematian Khamenei. Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah” dan menyatakan pemimpin tertinggi Iran itu tewas akibat serangan gabungan AS-Israel. Namun, Trump tidak menyertakan bukti pendukung atas klaim tersebut.
Trump juga menegaskan bahwa Khamenei tidak mampu menghindari sistem intelijen dan pelacakan canggih Amerika Serikat. Ia mengklaim kerja sama erat AS dengan Israel membuat pemimpin Iran dan sejumlah pejabat tinggi lainnya tidak dapat meloloskan diri dari serangan. Di sisi lain, pemerintah Iran sempat membantah klaim tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kepada media Amerika bahwa Khamenei dalam kondisi aman, meski tidak memberikan bukti visual atau pernyataan resmi langsung dari sang pemimpin tertinggi.
Serangan militer AS dan Israel itu dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan dan korban sipil di sejumlah wilayah Iran. Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan berupa rudal ke wilayah Israel serta menargetkan instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, kantor berita Rusia Sputnik melaporkan Wakil Presiden Iran Mohammad Jafar Ghaempanah menyatakan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi sehat pascaserangan. Dalam pernyataannya di platform X, Ghaempanah menegaskan Pezeshkian tidak mengalami cedera meski serangan terjadi saat proses perundingan berlangsung.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baghaei juga memastikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi tidak terluka dalam serangan tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui kantor berita resmi Iran IRNA. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari otoritas tertinggi Iran yang secara terbuka mengonfirmasi atau membantah klaim kematian Ali Khamenei, sementara ketegangan regional terus meningkat menyusul eskalasi militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.




Komentar