Uji Coba Pembatasan LPG 3 Kg Satu Harga Dilakukan di Jaksel-Jaktim

Selasa, 10/02/2026 11:22 WIB
Ratusan warga Jalan Płem Raya , Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang mengantri untuk medapakan Gas Elpiji 3 Kg yang dijual dengan harga Rp 19.000 pada Senin (3/1/2025). Mereka mengantri sejak jam 08.00 WIB dan dibatasi hanya mendapatkan 1 tabuna gas untuk 1 KTP. Robbinsar Nainnnggolan

Ratusan warga Jalan Płem Raya , Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang mengantri untuk medapakan Gas Elpiji 3 Kg yang dijual dengan harga Rp 19.000 pada Senin (3/1/2025). Mereka mengantri sejak jam 08.00 WIB dan dibatasi hanya mendapatkan 1 tabuna gas untuk 1 KTP. Robbinsar Nainnnggolan

law-justice.co - Pemerintah lewat Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa pihaknya menargetkan uji coba pembatasan LPG 3 kilogram (Kg) satu harga mulai dilakukan tahun ini.

Pada tahap awal, dua wilayah menjadi lokasi uji coba tersebut yakni Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim).

Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan dalam aturan baru yang disusun mengenai LPG tepat sasaran, salah satunya ada penerapan satu harga per wilayah.

Harapannya, agar tak terjadi kekacauan apabila kebijakan langsung dilakukan serentak.

"Kita akan menggunakan piloting area. (Dari) piloting area itu kita belajar pada kasus Februari kemarin. Ada satu aturan yang baru muncul, langsung berlaku seluruh Indonesia terus chaos," ujar Laode dalam tayangan Youtube Kementerian ESDM `Bukan Abuleke` yang dikutip Senin (9/2).

Oleh sebab itu, dalam aturan disusun agar pemberlakuan secara bertahap sangat penting. Namun, pelaksanaannya dipastikan tetap tahun ini.

"Nanti begitu (uji coba) dimulai, kita ada enam bulan latihan dulu nih di Jakarta Selatan, Jakarta Timur. Sebelum kita masuk ke daerah-daerah yang lain," katanya.

Kebijakan LPG 3 Kg satu harga ini nantinya diikuti dengan kewajiban pembelian menggunakan KTP. Saat ini, sudah ada datanya di Pertamina dan juga Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai siapa saja yang berhak.

Dengan pemberlakuan bertahap ini, Kementerian ESDM akan sembari melakukan evaluasi apa saja kekurangan dari kebijakan tersebut. Sampai nantinya semua daerah bisa menikmati gas melon satu harga di seluruh Indonesia.

"Kita melakukan (uji coba) itu sambil kita pelajari. Kita lihat apa tantangannya begitu kita jalankan. Piloting itu penting. Jadi harus ada tahapannya," pungkas Laode.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar