Banjir di Pati Merata, 50 Desa Terdampak-Puluhan Warga Mulai Mengungsi

Selasa, 13/01/2026 20:26 WIB
Ilustrasi: Warga mengarungi banjir setinggi leher orang dewasa di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, 30 November 2025. (BBC)

Ilustrasi: Warga mengarungi banjir setinggi leher orang dewasa di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, 30 November 2025. (BBC)

law-justice.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat ada sekitar 50 desa dari 20 Kecamatan di Pati yang terdampak banjir. Imbasnya, puluhan warga mengungsi.

Kepala BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan hujan sejak Jumat (9/1) pekan lalu berimbas banjir yang merata di Pati.

"Hari pertama pada 9 Januari 2026 sampai hari ini, seluruh Kabupaten Pati, tinggal Kecamatan Jaken yang belum melaporkan dampak hidrometrologi, ada banjir, tanah longsor, ada puting beliung, itu semuanya terdampak," kata Martinus kepada wartawan di Pati, Selasa (13/1/2026).

"Kemudian untuk cakupan desa kurang lebih 50 desa di 20 kecamatan terdampak banjir," sambungnya.

Menurut Martinus, wilayah yang paling parah terdampak banjir yakni Kecamatan Pati Kota. Adapun kecamatan lain seperti Juwana dan Jakenan juga mulai terdampak banjir karena luapan Sungai Silugonggo.

"Paling parah di Kecamatan Pati, itu masih parah. Ini pelan wilayah Kecamatan Juwana, beberapa desa, sudah mulai banyak terdampak," katanya.

Martinus bilang ada puluhan warga yang memilih mengungsi. Pengungsi ada di Desa Doropayung dan Bumirejo di Kecamatan Juwana, dan di Kalidoro Kecamatan Pati Kota.

"Titik pengungsi ada tiga lokasi di Desa Doropayung, Balai Desa Bumirejo, dan Masjid Kalidoro itu," jelasnya.

"Jumlahnya pasti (pengungsi) karena itu tidak pasti, mereka untuk kegiatan malam hari saja, kalau siang aktivitas seperti biasa. Sudah pasti itu ada 15 KK dengan jumlah 50 jiwa," lanjut dia.

Lebih lanjut Martinus menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Mulai dari perbaikan tanggul yang jebol, hingga memberikan bantuan makanan serta bantuan nonpangan.

"Untuk pembenahan talud yang jebol, pemenuhan dasar masyarakat, kemudian untuk kebutuhan kesehatan, hari ini ada paket logistik bantuan pangan dan nonpangan dari BNPB. Bersama masyarakat sudah banyak dapur umum dari masyarakat," jelas dia.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar