Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Enggak Bisa Nyalahin Takdir
foto :postig detiknews
law-justice.co -
Berita ambruknya konstruksi ponpes Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, adalah salah satu pesantren tertua di Jatim, yang melahirkan banyak ulama. Menjadi berita trending minggu ini. "Data hasil identifikasi sampai hari Jumat 10 Oktober, sebanyak 50 jenazah telah berhasil dikenali," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dilansir Antara, Sabtu lalu 11/11/2025.
Tapi kelalaian itu harus ada yang bertanggung jawab enggak bisa nyalahin takdir, karena soal keselamatan itu bukan semata urusan langit. Selain mencegah kejadian serupa tidak teruang lagi .
Berita ambruknya ponpes Al-Khoziny sangat Nyesek.
Cuplikan Najwa Shihab dalam media sosialnya. tiktok@najwashihab
Usulan menggunakan dana APBN
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menanggapi soal usulan pembangunan ulang ponpes Al-Khoziny yang menggunakan dana APBN. Ia menilai, usulan itu harus dikoordinasikan baik itu di level eksekutif maupun konsultasi dengan DPR.
“Karena itu menggunakan dana APBN, tentu itu harus dibicarakan dulu dengan minimal di tingkat kementerian, di tingkat pemerintahan,” kata Saan kepada wartawan di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (11/10).
Saan menilai, koordinasi itu penting dilakukan agar pembangunan ulang ponpes dengan niat baik tidak menjadi polemik di masyarakat karena dana pembangunan yang berasal dari uang negara.
“Yang kedua, tentu dengan DPR juga tentu bicara khususnya dengan Komisi V, biar apa yang menjadi keputusan Menteri PU untuk membangun pesantren dengan biaya dari APBN ini tidak menimbulkan masalah, menimbulkan polemik,” ungkap dia.
Usulan pembangunan ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo menggunakan APBN sebelumnya dilontarkan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Tak hanya untuk pembangunan, APBN juga diusulkan akan dikucurkan dalam proses audit ambruknya ponpes tersebut yang mengakibatkan puluhan santri menjadi korban jiwa.
"Insyaallah cuma dari APBN, ya. Tidak menutup kemudian, nanti kalau ada bantuan dari swasta, kita pasti akan lakukan. Cuma sementara waktu dari APBN," Dody di Kantor Kementerian PU pada Selasa (7/10)
Polisi sudah mulai menyelidiki
Pemeriksaan belasan saksi itu dilakukan untuk mendalami penyebab kegagalan konstruksi bangunan musala yang ambruk, kata Kapolda Jatim, Irjen Polisi Nanang Avianto, Rabu (08/10) malam. "Pemeriksaan lanjutan akan melibatkan pihak yang bertanggung jawab dalam pembangunan serta sejumlah ahli," kata Nanang Avianto.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan ada indikasi kuat adanya kelalaian dalam proses pembangunan dan pengawasan struktur bangunan, jelasnya.
"Dari awal kami menduga kegagalan konstruksi menjadi penyebab utama. Karena itu, kami libatkan ahli teknik sipil dan ahli bangunan untuk memberikan analisis resmi," jelasnya.




Komentar