Nomor HP 3 Aktivis Disebar di WA sebagai Nomor HP Sahroni, Eko dan Uya
Haris Azhar aktivis hak asasi manusia (HAM) (bandungkita.id)
law-justice.co - Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, nomor telepon genggam (HP) aktivis hak asasi manusia (HAM), Haris Azhar beserta sejumlah anggota organisasi masyarakat sipil disebar lewat pesan berantai di aplikasi perpesanan WhatsApp oleh orang yang tidak diketahui.
Isi pesan tersebut menyatakan nomor-nomor yang tercantum adalah milik para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang belakangan ini dikritik oleh publik. Pesan masuk membanjiri ponsel para aktivis sejak Sabtu pagi, 30 Agustus 2025.
“Banyak pesan masuk ke nomor beberapa anggota organisasi masyarakat sipil dengan narasi ancaman pada anggota DPR,” kata pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), seperti dikutip dari keterangan tertulis malam tadi.
Nomor-nomor disebar lewat pesan berantai itu adalah milik pendiri lembaga swadaya Masyarakat Lokataro Foundation Haris Azhar, Ketua Umum YLBHI Muhamad Isnur, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, dan Ketua Umum Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.
“No WA Anggota DPR RI yang bikin rakyat marah karena joget-joget,” demikian bunyi sepenggal pesan tersebut.
Nomor Haris Azhar disebut sebagai milik anggota DPR Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni, sedangkan nomor Ketua Umum YLBHI Muhamad Isnur disebut nomor anggota DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Patrio.
Sementara itu, nomor Usman Hamid tercantum sebagai nomor anggota DPR Fraksi PAN Uya Kuya, dan nomor Said Iqbal tertulis sebagai nomor anggota DPR Fraksi Partai Golkar Adies Kadir.
Haris Azhar mengaku mendapat banyak pesan karena disinformasi ini. Namun, ia belum mengetahui siapa yang menyebarkannya. “Saya tidak tahu siapa yang awalnya kirim, tapi tersebar ke grup-grup WA,” kata dia saat dihubungi lewat pesan singkat, Sabtu.
Muhamad Isnur juga mengatakan ia menerima banyak pesan dari orang-orang yang mengira ia Eko Patrio. “Banyak banget dari siang saya terima pesan ancaman, cacian, makian, dan pesan-pesan kasar dari banyak orang yang menyangka saya Eko Patrio,” ujar dia.
YLBHI mengimbau orang-orang untuk tidak menghubungi nomor-nomor yang ada di pesan berantai tersebut. “Kami memberitahukan bahwa nomor tersebut bukanlah nomor anggota DPR seperti yang dipersangkakan,” kata lembaga itu.
Anggota DPR Dikritik Publik
Sebelumnya, ratusan anggota DPR menjadi sasaran kritik publik karena berjoget-joget mengikuti iringan lagu daerah, Sajojo dan Fa Mi Re di sesi penutupan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD yang dihelat pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Warganet menilai tindakan itu tidak etis. Tak sedikit juga warganet yang geram lantaran aksi joget-joget itu dilakukan di tengah kondisi ekonomi hari ini. Warganet menilai rakyat tengah terbebani dan kesulitan ekonomi, tapi justru anggota DPR mendapat keistimewaan dengan kenaikan pendapatan.
Polemik ini datang ketika masyarakat juga tengah mengkritik jumlah tunjangan yang diterima anggota DPR. Anggota DPR periode 2024-2029 disebut-sebut bisa memperoleh pendapatan bersih Rp 100 juta saban bulan. Pendapatannya naik signifikan setelah mendapat tunjangan perumahan sebesar Rp 50 juta.
Salah satu anggota DPR, Uya Kuya, merespons kritik masyarakat tentang isu joget-joget. Ia menyebut dirinya adalah seorang artis sekaligus anggota legislatif. Politikus PAN itu juga menyinggung bahwa semua anggota DPR selayaknya artis yang aktif membagikan kegiatan sehari-harinya lewat konten media sosial.
Selain itu, Ahmad Sahroni beberapa waktu terakhir juga menjadi sorotan publik setelah menanggapi wacana pembubaran lembaga legislatif. Legislator NasDem itu menyebut kritik yang meminta pembubaran DPR sebagai sesuatu yang berlebihan dan bahkan melabeli pihak yang menggaungkan wacana tersebut sebagai orang tolol.
Eko Patrio juga menjadi salah satu legislator yang sedang dikecam oleh masyarakat lantaran berjoget-joget saat penutupan sidang. Beredar kabar yang belum terkonfirmasi bahwa ia sedang berada di Cina bersama istrinya, di tengah maraknya demonstrasi di Indonesia.
Di media sosial, warganet menyebar alamat rumah yang diduga milik Eko, dan menyebarkan ajakan untuk menjarah rumah anggota DPR itu. Pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025, warga sekitar telah menggeruduk kediaman Sahroni di Jakarta dan menggondol barang-barang dari rumahnya.




Komentar