Pasukan Militer Israel Membajak Kapal Bantuan Gaza Greta Thunberg
Pasukan Militer Israel Membajak Kapal Bantuan Gaza Greta Thunberg. (cnn).
law-justice.co - Pasukan Militer Israel menaiki dan membajak kapal Madleen yang mengangkut Greta Thunberg serta 11 aktivis lain dan membawa bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla Coalition) melaporkan militer Israel menaiki kapal dan saat ini komunikasi dengan mereka terputus.
FFC mengunggah update terkini soal Madleen di Telegram pada Senin (9/6) dini hari waktu setempat.
Dalam unggahan itu tampak anggota kru duduk di dalam kapal mengenakan jaket pelampung dan mengangkat tangan ke atas.
Namun, dalam gambar tersebut tidak terlihat Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Menurut laporan Al Jazeera, pasukan Israel mencegat Madleen dan memaksa semua orang di dalam kapal mematikan telepon.
Dalam unggahan sebelumnya, FFC menyatakan Madleen diserang di perairan internasional.
Quadcopter mengelilingi kapal, menyemprot dengan zat seperti cat putih. Komunikasi terputus, dan suara-suara mengganggu terdengar dari radio," demikian menurut FFC, dikutip CNN.
Israel berulang kali bersumpah akan menghentikan kapal menuju Gaza yang membawa bantuan kemanusiaan.
"Saya telah menginstruksikan IDF untuk memastikan armada `Madleen` tidak mencapai Gaza," kata menteri pertahanan Israel, Israel Katz, pada Minggu.
Kronologi Israel Culik Greta Thunberg dan Aktivis Kapal Bantuan Gaza
Pasukan militer Israel menculik aktivis lingkungan dan kemanusiaan asal Swedia Greta Thunberg dan 11 aktivis lainnya di kapal Madleen yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Jalur Gaza, Senin (9/6).
Berikut kronologi pasukan Israel menculik Greta Thunberg dan 11 aktivis di kapal Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla Coalition/FFC).
Kapal mendekati perairan Gaza
Kapal layar Madleen yang membawa misi kemanusiaan Armada Gaza Merdeka mendekat ke perairan Gaza pada Senin (9/6) pukul 01.17 dini hari waktu setempat.
Saat kru kapal langsung menyalakan alarm bahwa kapal akan memasuki perairan Gaza.
Aksi pembajakan dan penculikan oleh pasukan Israel
Israel telah menyiagakan pasukan elite angkatan laut Shayetet 13 untuk menyerbu dan membajak kapal layar Madleen tersebut di perairan internasional.
Pada pukul 02.00, sejumlah tentara Israel kemudian menaiki dan membajak kapal Madleen.
Unggahan video penculikan oleh Israel
FFC mengunggah update terkini soal Madleen di Telegram pada Senin (9/6) dini hari waktu setempat. Dalam unggahan itu tampak anggota kru duduk di dalam kapal mengenakan jaket pelampung dan mengangkat tangan ke atas.
Namun, dalam gambar tersebut tak terlihat Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Menurut laporan Al Jazeera, pasukan Israel mencegat Madleen dan memaksa semua orang di dalam kapal mematikan telepon.
Greta Thunberg sebut ia diculik
Saat pembajakan oleh pasukan Israel, akun Twitter FFC mengunggah rekaman video yang berisi pesan darurat Greta Thunberg dan 11 aktivis lainnya.
"Nama saya Greta Thunberg dan saya dari Swedia," ujar Greta Thunberg dalam rekaman video tersebut.
"Jika kalian melihat video ini, kami sudah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh tentara pendudukan Israel atau pasukan yang mendukung Israel," ujarnya lagi.
Digiring ke pelabuhan Ashdod
Kementerian Luar Negeri Israel kemudian mengonfirmasi telah memgamankan kapal Madleen dan akan membawanya ke Pelabuhan Ashdod, Israel, dikutip dari AlJazeera.
"Kapal pesiar selfie para selebriti sedang dalam perjalanan menuju pantai Israel dengan selamat," demikian menurut Kemlu Israel di X, Senin (9/6).
Israel juga menuduh Greta dan aktivis lain mencoba "melakukan provokasi media untuk tujuan mendapat publisitas" dengan mengeklaim bantuan ke Gaza.




Komentar