300 Jenderal Diganti di Awal Masa Prabowo, Masuk Angin?
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan komandan upacara Mayjen TNI Djon Afriandi memeriksa pasukan saat menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta, Sabtu (5/10/2024). HUT ke-79 TNI tersebut mengangkat tema TNI Modern Bersama Rakyat Siap Mengawal Suksesi Kepemimpinan Nasional Untuk Indonesia Maju. Robinsar Nainggolan
law-justice.co - Sebanyak 300 jenderal dimutasi dalam gelombang pertama mutasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia setelah Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia. Dengan mutasi ini, terlihat bagaimana terjadinya perubahan ”arah angin” di tubuh TNI yang menunjukkan Prabowo melakukan konsolidasi kekuatan di TNI, terutama di tubuh TNI Angkatan Darat.
Dalam dokumen yang diterima Kompas, Surat Keputusan Panglima TNI 1545/XII/2024 tertanggal 6 Desember tercatat ada 300 jabatan perwira tinggi yang dimutasi. Surat tersebut telah dikonfirmasi ke Kepala Pusat Penerangan TNI, Senin (9/12/2024). Rilis terkait mutasi tersebut, menurut rencana, akan segera dibagikan kepada media massa.
Ada beberapa mutasi yang perlu digarisbawahi, seperti jabatan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I yang selama ini secara tradisional dijabat TNI Angkatan Laut kini dijabat TNI AD.
Salah satu yang menarik adalah kembalinya Pangdam Mulawarman Mayjen Achiruddin ke jabatan lamanya sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) yang sejak 20 Oktober 2024 ditinggalkannya dan selama ini jabatan Danpaspampres tersebut kosong sepeninggal Achiruddin.
Dalam Surat Keputusan (SKEP) Panglima TNI Nomor Kep/1264/X/2024 yang diteken Panglima TNI pada Jumat (18/10/2024), Panglima TNI memberikan promosi jabatan kepada Mayjen Achiruddin sebagai Pangdam Mulawarman. Sebagai penggantinya, sempat disebut-sebut jabatan Danpaspampres dijabat oleh Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Jon Afriandi.
Adapun Brigjen Edwin Adrian Sumantha, yang sebelumnya Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan dan disebut-sebut bakal menjadi Danpaspampres, ternyata urung dan kini ditunjuk menjadi Komandan Sesko TNI (Kompas.id, 9 November 2024).
Perubahan di Atase Pertahanan
Selain itu, juga ada mutasi yang cukup signifikan di tubuh Badan Intelijen Negara (BIN) yang kini dikepalai Muhammad Herindra yang sebelumnya adalah Wakil Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Tampak juga perubahan yang cukup banyak di jabatan atase pertahanan beberapa negara, seperti Malaysia, Australia, Amerika Serikat, China, Rusia, Perancis, dan India.
Dilansir dari Kompas, beberapa jabatan atase pertahanan baru adalah Kolonel Yose Ridha menjadi Atase Pertahanan RI di AS, Kolonel Laut Sumartono menjadi Atase Pertahanan di China, Kolonel (Inf) Tri Andi Kuswantoro menjadi Atase Pertahanan di Malaysia, dan Kolonel (Pnb) Budi Susilo menjadi Atase Pertahanan di Rusia.
Alman Helvas Ali, konsultan pertahanan di PT Semar Sentinel, mengatakan, mutasi kali ini sebagai yang pertama di masa kepemimpinan Prabowo Subianto menunjukkan adanya upaya melakukan konsolidasi kekuasaan. Hal ini terlihat dari banyaknya mutasi berbagai jabatan strategis di tubuh TNI AD, BIN, dan Kementerian Pertahanan.
”Ada promosi untuk jenderal yang dulu kritis kepada pemerintah dan keluarnya ’jenderal’ Jokowi dari struktur organisasi TNI AD,” kata Alman.
Ada promosi untuk jenderal yang dulu kritis kepada pemerintah dan keluarnya ’jenderal’ Jokowi dari struktur organisasi TNI AD.
Ia juga menyoroti jabatan Pangkogabwilhan I yang selama ini dipegang TNI AL menjadi dipegang TNI AD. Sementara persepsi ancaman wilayah tersebut didominasi oleh berbagai masalah di Laut China Selatan. Hal ini digarisbawahi Alman karena tidak sejalan dengan kebiasaan selama ini dalam menyikapi perkembangan geostrategi.
Terkait dengan mutasi jabatan di BIN, Alman melihat hal ini menjadi sebuah kewajaran mengingat kepala BIN baru saja menjabat. Dengan latar belakang di Kementerian Pertahanan dan Kopassus, bisa diperkirakan akan ada mutasi-mutasi untuk menguatkan BIN di bawah kepemimpinan kepala yang baru.
Panglima Kostrad juga diganti
Adapun mutasi jabatan di TNI lainnya di antaranya Laksdya Rachmad Jayadi dari Pangkogabwilhan I yang akan pensiun digantikan Mayjen Kunto Arief Wibowo yang sebelumnya menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi di Dewan Ketahanan Nasional. Kunto adalah anak Wapres ke-6 Try Sutrisno.
Panglima Kostrad Letjen Mohamad Hasan menjadi Komandan Pendidikan dan Latihan TNI AD akan menggantikan Letjen Mohammad Fadjar.
Panglima Kostrad Letjen Mohamad Hasan menjadi Komandan Pendidikan dan Latihan TNI AD akan menggantikan Letjen Mohammad Fadjar. Letjen Nugroho Sulistyo Budi yang sebelumnya menjadi Inspektur Utama BIN menjadi Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Laksda Dato Rusman menjadi Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL), Brigjen (Mar) Freddy Pardosi menjadi Danlantamal Jayapura, Laksma Joni Sudianto menjadi Danlantamal Sorong.
Selain itu, Marsda Azhar Aditama menjadi Panglima Komando Operasi Udara III.***




Komentar