Program Kartu Prakerja Perlu Dilanjutkan di Era Prabowo-Gibran

Rabu, 15/05/2024 21:28 WIB
Ilustrasi kartu prakerja (prakerja.id)

Ilustrasi kartu prakerja (prakerja.id)

Jakarta, law-justice.co - Bekas Menteri Keuangan sekaligus Guru Besar FEB UI, Bambang Brodjonegoro mengatakan program prakerja penting untuk dilanjutkan pada pemerintah Prabowo – Gibran.

Bambang menjelaskan, terdapat beberapa alasan yang perlu diperhatikan pemerintahan Prabowo – Gibran untuk melanjutkan program kartu prakerja. 

Pertama, program ini dianggap mampu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

“Penduduk kita hari ini didominasi usia muda, usia produktif yang pastinya butuh tempat bekerja. Tapi kalo skill mereka tidak sesuai dengan yang diminta pemberi kerja, tentunya akan menciptakan pengangguran dan itu bisa dikurangi dengan program kartu prakerja,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/5).

Kedua, lanjut Bambang, program prakerja terbukti mampu memberikan peningkatan kemampuan, sehingga bisa menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas. Menurutnya, program ini bisa menjadi referensi bagi pendidikan vokasi sehingga membawa peserta layak untuk kebutuhan pasar.

“Kalau kita melihat statistik siapa yang ikut kartu prakerja, yang tadinya posisinya menganggur setelah ikut program cepat mendapatkan kerja. Itu artinya program yang diambil oleh peserta cocok untuk dikembangkan di pendidikan vokasi kita,” jelasnya dilansir CNN Indonesia.

Ketiga, kata dia, program kartu prakerja bisa menjadi cikal bakal penguatan perlindungan sosial (social security) di masa depan.

“Di ketenagakerjaan menurut saya masih ada ruang untuk meningkatkan social security yang tentunya juga akan berdampak bagi perlindungan kelas menengah kita. Disitulah kartu prakerja bisa jadi cikal bakal perlindungan sosial di masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif PMO Prakerja, Denni Puspa Purbasari mengatakan berdasarkan hasil survei internal, pasca satu bulan peserta menyelesaikan pelatihannya, satu per tiganya langsung mendapatkan pekerjaan.

“Dari survei itu sekitar satu per tiga dari yang nganggur kemudian dapat kerja dalam waktu satu bulan pasca penyeselesaian pelatihan,” katanya saat ditemui di Jakarta.

Denni menuturkan, jenis pekerjaan yang paling banyak didapatkan peserta pasca melakukan pelatihan prakerja adalah tenaga administrasi perkantoran seperti Human Resource Development (HRD), tenaga penjualan dan pemasaran.

“Data job portal kita tarik dan itu real time ternyata itu pekerjaan yang paling banyak adalah untuk tenaga penjualan dan pemasaran dan yang kedua administrasi perkantoran,” tuturnya.***

 

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar