Heboh Kasus Pembunuhan di Pondok Gede Bekasi,
Ini Profil Pendeta Rudolf Tobing Sebagai Pelaku & Korban Ade Yunia (2)
Ini Profil Pendeta Rudolf Tobing Sebagai Pelaku & Korban Ade Yunia (kolase dari berbagai sumber).
law-justice.co - Lantas siapakah sosok pria pelontos yang terekam dalam CCTV tersebut?
Dikutip dari berbagai sumber, pria tersebut bernama Christian Rudolf Tobing, berusia 36 tahun.
Rodolf Tobing merupakan seorang pendeta muda, hal ini diungkapkan oleh pimpinan gereja GBP Kasih Allah Ministry (KAM), Charles Feddy.
Charles juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Rudolf Tobing tidak ada kaitannya dengan Gereja.
Selain itu Charles juga mengungkapkan bahwa, Rudolf Tobing yang sebenarnya belum menjadi Pendeta tetap sudah tidak beraktivitas di GBP KAM Bogor.
Rudolf Tobing sebenarnya baru menjadi pendeta muda sejak bulan Maret 2022 lalu, dan diberi waktu untuk berkhotbah sebulan sekali.
Akan tetapi Rudolf Tobing yang sudah berstatus pendeta muda sudah tidak beraktivitas semenjak Juli 2022.
Polisi menangkap Rudolf Tobing ketika akan menjual sebuah laptop, yang mana barang tersebut adalah milik korban.
Polisi mengatakan bahwa Rudolf membunuh korban di sebuah apartemen yang terletak di kawasan Pramuka Jakarta Timur.
Diketahui korban pembunuhan yang dilakukan pleh Rudolf Tobing berinisial AYR yang berusia sama dengan pelaku.
Motif Rudolf Tobing
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi bahwa tersangka R membunuh korban di kamar apartemen. Motif disangka karena sakit hati.
"Jadi korban dengan tersangka ini rekan kerja. Tersangka mengajak korban ke apartemen. Setibanya di apartemen, mereka ngobrol soal podcast," jelas Hengki kepada wartawan, Rabu (19/10/2022).
Hengki mengatakan tersangka membunuh korban karena sakit hati atas perkataan korban.
Namun, polisi saat ini masih menggali motif tersebut, mengingat barang-barang milik korban dibawa tersangka.
"Kami masih menggali soal motif. Keterangan sementara karena sakit hati, tetapi masih kami dalami karena ada barang-barang korban yang diambil," tuturnya.
Pelaku yang merupakan rekan kerja awalnya menjemput korban di apartemen Pramuka, Jakarta Timur.
Pembunuhan ini terjadi Senin (17/10/2022), bermula ketika keduanya mengobrol dan korban mendapatkan telepon dari seorang pria.
Pelaku kesal karena korban mendapat panggilan masuk dari seorang pria yang tidak disukai.
Keduanya bertengkar dan korban mengeluarkan kata-kata yang membuat pelaku kesal sampai pelaku lantas membanting korban hingga jatuh ke kasur.
Korban sempat ingin meminta tolong kepada orang lain menggunakan handphone-nya.
Melihat hal itu, pelaku mencekik korban hingga tewas. Tersangka kemudian mencoba menghilangkan jejaknya. Dia membungkus jasad korban dengan kantong plastik.
Polisi saat ini masih menggali motif tersebut, mengingat barang-barang milik korban dibawa tersangka.
Berdasarkan keterangan sementara, pelaku melakukan pembunuhan itu karena sakit hati.




Komentar