Museum Madame Tussauds Buang Patung Lilin Trump ke Tempat Sampah
Patung lilin Donald Trump dibuang ke tempat sampah oleh museum Madame Tussauds (NYpost)
law-justice.co - Jelang pemilihan presiden Amerika Serikat (Pilpres AS), calon petahan Donald Trump kembali mendapat serangan. Kali ini serangan itu secara tidak langsung dilakukan oleh pihak museum lilin Madame Tussauds di Berlin yang membuang patung lilin Trump ke tempat sampah.
Aksi itu disebut sebagai gambarana akan harapan pihak museum terhadap hasil Pilpres AS pada 3 November 2020 mendatang. Replika Trump tersebut ditempatkan di tempat sampah dengan tulisan `Dump Trump Make America Great Again` di depannya dan dikelilingi oleh kantong sampah dan serta gambar tweet yang bertuliskan `Fake News!`, `I love Berlin`, dan `You Fired!`.
Sementara itu, patung pendahulunya sekaligus musuh bebuyutannya Barack Obama, yang dikenal menganggap Kanselir Jerman Angela Merkel di antara sekutu terdekatnya tetap berada di tempatnya, dengan wajah yang tampak berseri-seri. Disampingnya juga nampak berdiri patung mantan Presiden AS Ronald Reagan.
"Kegiatan hari ini lebih bersifat simbolik menjelang pemilihan umum di Amerika Serikat," kata manajer pemasaran museum Orkide Yalcindag, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/10/2020).
"Kami di sini di Madame Tussauds Berlin memindahkan patung lilin Donald Trump sebagai tindakan persiapan," lanjutnya.
Ini bukan pertama kalinya Tussauds menggunakan sosok Trump untuk membuat pernyataan. Pada bulan Agustus, lokasi museum di New York memasang masker wajah di patung Trump untuk mendorong pengunjung memakainya sebagai usaha untuk membantu melawan penyebaran virus corona.
Sebuah jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden memimpin Trump dengan 12 poin secara nasional. Biden juga memimpin di sebagian besar jajak pendapat di negara bagian.
Hal itu sebagian terjadi karena ketidaksetujuan yang meluas terhadap penanganannya terhadap pandemi virus corona yang melanda Eropa dan Amerika Serikat, meskipun jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan dia mendapatkan dukungan di beberapa negara utama.




Komentar