Pengusaha Tuding Orang Sunda Pemalas, Ini Jawaban Pemprov

Minggu, 08/09/2019 14:33 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum  (pasjabar.com)

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (pasjabar.com)

Jakarta, law-justice.co - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bercerita tentang penilaian para pengusaha terkait tenaga kerja asal Jawa Barat.

Belum lama ini, Uu mewakili Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menghadiri salah satu pabrik kaca milik seorang pengusaha. Dalam pertemuan itu, Uu bertanya pekerja di pabrik dari daerah mana.

Kemudian, pengusaha tersebut berkata kebanyakan dari luar Jawa Barat. Sebab orang Jabar sedikit malas, tidak disiplin, dan kerjanya kurang bagus kata pengusaha tersebut seperti dilansir dari Kompas.com.

“Kami keberatan, kok jawabannya seperti itu. Apakah orangnya pemalas? Tidak disiplin? Kan tidak. Buktinya 100 persen pegawai Kraft orang Jawa Barat,” ujar Uu dalam Festival Kuliner Kraft di Bandung, Sabtu (7/9/2019).

Saat mendengar penilaian tersebut, Uu mengaku menyesal datang ke sana. Namun, ia harus datang untuk mewakili Ridwan Kamil.

“Tapi penilaian tersebut, harus dijadikan cambuk. Saya sampaikan semuanya ke Kang Emil. Ini pelajaran dan pecut untuk ( orang Sunda) dalam dunia angkatan kerja,” tuturnya.

Walaupun penilaian tersebut belum tentu kebenarannya, orang Jabar tetap harus mengintrospeksi diri. Orang Jabar harus memiliki kemampuan, dan integritas di masa depan.

Persoalan SDM ini pula yang menjadi target pemerintahan Ridwan Kamil-Uu. Selama setahun kepemimpinan, Uu mengklaim bisa menekan angka pengangguran.

“IPM (Indeks Pembangunan Manusia) meningkat, ekonomi tumbuh baik, pembangunan infrastruktur pun memperlihatkan progress,” tuturnya.

Salah satu yang didorong untuk meningkatkan SDM, sambung Uu, dengan melibatkan perusahaan. Misalnya, Kraft akan memberikan pelatihan pembuatan kue di desa terpencil.

“Mereka bantu penyediaan peralatan dan pelatihan pembuatan kue hingga pelatihan untuk peternak,” ungkapnya.

Pemerintah sendiri hanya menunjuk desa mana yang akan mendapatkan pelatihan. Dari model ini, tidak menutup kemungkinan ada penandatangan MoU yang lain.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar