Publik Sudah Tahu Jokowi `Imam Besar` PSI Tanpa Tunjukkan KTA
Ketika Safari Politik Jokowi Disebut Berdampak Negatif ke Perekonomian. (Istimewa).
law-justice.co - Pengamat Politik, Adi Prayitno menyatakan bahwa pengakuan Joko Widodo (Jokowi) sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan sesuatu yang mengejutkan.
Pasalnya menurut dia, publik sudah lama melihat kedekatan mantan presiden dua periode tersebut dengan partai berlambang gajah itu.
Menurut dia, pengakuan Jokowi dengan menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PSI justru seperti upaya memberikan kejutan kepada publik.
"Sepertinya Jokowi ingin memberikan pesan ini supaya rakyat dan publik secara umum surprise dengan menunjukkan kartu anggota PSI," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Senin, 28 September 2026.
Namun, menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, tanpa pengakuan tersebut sekalipun, publik sebenarnya sudah meyakini bahwa Jokowi telah lama bekerja untuk membesarkan PSI.
"Yakinlah bahwa sebenarnya tanpa mengaku Jokowi bergabung dengan PSI sejak tahun lalu atau tanpa menunjukkan kartu anggota, sebenarnya publik sudah sangat meyakini bahwa Jokowi sejak lama sudah mati-matian, sudah kerja keras, sudah blusukan dan sudah safari politik dari tempat ke tempat lain," ujarnya.
Adi menilai berbagai aktivitas politik Jokowi selama ini tidak terlepas dari upaya meningkatkan daya ungkit PSI menghadapi persaingan politik pada 2029.
"Tujuannya tak lain tak bukan untuk membesarkan dan upaya untuk meningkatkan daya ungkit elektabilitas PSI menuju persaingan politik di 2029," katanya.
Karena itu, Adi menilai tidak mengherankan jika Jokowi kini secara terbuka menyatakan dirinya sebagai bagian dari PSI.
"Tidak mengagetkan bila sekarang Joko Widodo mengaku menjadi bagian dari Partai Solidaritas Indonesia. Karena sejak tidak lagi menjabat presiden dan pecah kongsi dengan PDI Perjuangan, publik tahu bahwa Jokowi sudah menjadi salah satu imam besar yang dimiliki PSI," pungkasnya.


Komentar