Simak, Ini Rekomendasi Saham Diprediksi Cuan Akhir Bulan September

Senin, 28/09/2026 08:27 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta - (ANTARA)

Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta - (ANTARA)

law-justice.co - Sebagaimana diketahui pada penutupan perdagangan hari Jumat 25 September 2026 lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 56,71 poin atau minus 0,90 persen di level 6.241.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp9,57 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,27 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah selama empat hari. Sementara di satu hari sisanya menguat. Tidak heran, performa indeks tercatat melemah 3,09 persen sepanjang pekan kemarin.

Senada, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Elsierra Putri Yosita mengatakan selama periode tanggal 21 sampai dengan 25 September 2026 perdagangan saham ditutup beragam.

Tercatat kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 3,20 persen dari Rp11.266 triliun menjadi Rp10.905 triliun pada pekan lalu. Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 2,04 persen dari 28,61 miliar menjadi 29,2 miliar lembar saham.

Adapun untuk rata-rata nilai transaksi harian juga menurun sebesar 21,32 persen dari Rp15,22 triliun menjadi Rp11,98 triliun.

Lalu, rata-rata frekuensi transaksi harian turut menurun 3,95 persen dari 1,89 juta kali transaksi menjadi 1,82 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp559,16 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp77,52 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (25/9).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan awal pekan depan. Ia memproyeksi IHSG bergerak dalam rentang support 6.160 dan resistance 6.360.

Oktavianus mengatakan tekanan pasar terutama berasal dari potensi berlanjutnya aksi jual investor asing. Kenaikan imbal hasil US Treasury (UST) tenor 10 tahun yang kini berada di level 5,17 persen dinilai dapat mendorong tekanan terhadap pasar saham.

"Tekanan jual asing berpotensi berlanjut seiring dengan UST yang terus meningkat dan saat ini berada di level 5,17 persen untuk tenor 10 tahun. Sepekan lalu, asing mencatatkan net sell mencapai Rp3,5 triliun di seluruh perdagangan," katanya seperti melansir cnnindonesia.com, Minggu (27/9).

Dari dalam negeri, berlakunya kebijakan floor price menjadi Rp1 juga berpotensi meningkatkan volatilitas, terutama pada saham-saham berharga Rp50 dengan kapitalisasi pasar besar. Beberapa saham yang terdampak antara lain GOTO, BBKP, dan KPIG.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA yang ditutup menguat 0,33 persen ke posisi 3.070 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi MDKA dapat menyentuh level 3.400 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA yang ditutup menguat 0,40 persen ke posisi 6.250 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi BBCA dapat menyentuh level 6.650 pada pekan ini.

Ketiga, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk atau PSAB yang ditutup di posisi 535 pekan lalu. Oktavianus memproyeksikan PSAB dapat menyentuh level 600 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan sepekan ke depan. Dia memproyeksikan indeks saham bergerak dengan level support 6.029 dan resistance 6.551.

Dari sisi sentimen, pasar akan mencermati rilis data tenaga kerja dan personal income Amerika Serikat (AS). Jika kedua data tersebut menunjukkan penguatan, peluang The Fed mempertahankan sikap hawkish ke depan masih terbuka.

"Sentimen yang akan dicermati antara lain rilis data tenaga kerja dan personal income AS. Apabila kedua hal tersebut menguat, maka masih ada potensi hawkish ke depannya," kata Herditya.

Senada dengan Oktavianus, dia melihat investor akan mencermati pergerakan imbal hasil UST serta korelasinya terhadap nilai tukar rupiah.

Pasar domestik juga akan memperhatikan penerapan kebijakan batas minimum harga saham menjadi Rp1 oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), yang akan membuka ruang pergerakan harga bagi emiten-emiten yang saat ini berada di level Rp50.

Dia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk atau COIN yang ditutup di level 810 pada pekan lalu. Dia memproyeksi COIN dapat menyentuh level 965 pada pekan ini.

Herditya merekomendasikan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk atau INDF yang ditutup di level 6.750 pada pekan lalu. Dia memproyeksi INDF dapat menyentuh level 7.225 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk atau HMSP yang ditutup di level 635 pada pekan lalu. Dia memproyeksikan HMSP dapat menyentuh level 700 pada pekan ini.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar