Terjaring Demo Agustus, 27 Pelajar DKI Kini Ikut Program Bela Negara

Kamis, 10/09/2026 13:12 WIB
Demonstrasi yang menuntut perampasan aset dan hukuman mati bagi koruptor digelar oleh massa aksi, termasuk dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis, (27/8/2026). Massa juga menuntut hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia. Robinsar Nainggolan

Demonstrasi yang menuntut perampasan aset dan hukuman mati bagi koruptor digelar oleh massa aksi, termasuk dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis, (27/8/2026). Massa juga menuntut hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia. Robinsar Nainggolan

law-justice.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan bahwa sebanyak 27 orang siswa asal DKI Jakarta yang terjaring polisi saat demonstrasi 27 Agustus lalu akan menjalani pembekalan bela negara di Bogor.

Dia menyambut baik program yang dinisiasi Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya tersebut.

"Menurut saya program ini baik karena apa, untuk membuat terutama para pelajar itu lebih menghargai, menyayangi negaranya sendiri," ujar Pramono di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).

Pramono menerangkan program bela negara ini juga diikuti siswa lain dari luar Jakarta. Untuk para siswa di Jakarta, Pram merinci dari 29 siswa yang diberangkatkan hanya 27 yang akhirnya mengikuti program.

"Memang, Jakarta juga ikut mengirimkan, dari Tangerang, Bekasi, Tangerang Selatan, Bogor, Depok dan sebagainya. Dari Jakarta sendiri yang diberangkatkan awalnya 29 tetapi yang mengikuti program itu 27," jelasnya.

Pramono tak berkomentar lebih lanjut mengenai detail program bela negara yang diikuti para siswa tersebut. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak terlibat program itu.

"Sehingga kalau mengenai program detailnya, karena ini yang melakukan adalah Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya, tolong ditanyakan pada instansi yang melakukan pendidikan," tutupnya.

Melansir detikcom, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana mengungkap pembekalan bela negara di Bogor diikuti 151 siswa.

Dari total peserta itu, yang berasal dari Jakarta berjumlah 29 siswa yang terdiri dari 12 siswa SMK, tujuh siswa SMA, empat siswa SMP, empat peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Kemudian ada satu siswa dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan satu siswa SD.

Dia mengatakan bahwa para siswa tersebut berada di Polda Metro Jaya seusai demonstrasi 27 Agustus. Namun, keterlibatan mereka dalam aksi belum dapat dipastikan.

"Pada saat kemarin habis demo, memang mereka ada di Polda. Tapi apakah ikut demo semua dari 29 anak itu atau tidak, aku belum sampai sejauh itu," kata Nahdiana.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar