Survei Elektabilitas Parpol di Jatim: Gerindra Meroket, Demokrat Naik

Jum'at, 04/09/2026 18:14 WIB
Logo Partai Gerindra (Gerindra)

Logo Partai Gerindra (Gerindra)

law-justice.co - Lembaga survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil terbaru elektabilitas partai politik di Jawa Timur (Jatim).

Dalam survei itu, Gerindra kembali menempati posisi puncak, sementara Demokrat mencatatkan tren kenaikan.

Peneliti ARCI Baihaki Sirajt mengungkapkan Gerindra konsisten memimpin survei elektabilitas parpol di Jatim sejak akhir 2025, sedangkan partai-partai lain cenderung stagnan.

"Gerindra masih teratas di Jatim sejak akhir 2025. Partai lainnya cenderung stagnan, dan Demokrat terus berprogres," kata Baihaki saat memaparkan hasil survei di Surabaya, Jumat (4/9).

Berdasarkan survei tersebut, Gerindra unggul dengan elektabilitas 16,3 persen, disusul PKB 15,1 persen, PDI Perjuangan 13,7 persen, Golkar 12,5 persen, dan Demokrat 12,5 persen.

Selanjutnya PSI 5,1 persen, PAN 4,2 persen, NasDem 4,1 persen, PKS 4,1 persen, PPP 1,5 persen, Perindo 1,1 persen, partai lainnya 3,5 persen, serta responden yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 6,3 persen.

Baihaki menjelaskan sejumlah faktor yang membuat Gerindra bertahan di posisi teratas, salah satunya keaktifan para legislatornya turun langsung menemui masyarakat.

"Memang legislator Gerindra ini banyak yang aktif tentunya mengawal program presiden, termasuk mereka juga menyerap aspirasi warga. Selain itu, kepala daerah Gerindra di Jatim sangat banyak. Secara langsung ini berdampak pada elektoral partai," kata dia.

"Selain itu juga top of mind warga sangat tinggi terhadap partai dari presiden. Meski saya kira angka elektoral Gerindra saat ini masih belum optimal dan masih bisa ditingkatkan lagi dengan kinerja kerakyatan dari kader Gerindra," tambahnya.

Sementara itu, Baihaki menyebut elektabilitas PKB masih stagnan di Jatim, sedangkan Golkar justru mengalami penurunan.

Kenaikan tren justru ditunjukkan Demokrat

"PKB stagnan, untuk PDIP ada progres meski sangat kecil. Sementara Golkar menurun sejak akhir tahun 2025 lalu. Kenaikan justru ada di Demokrat dampak kerja-kerja elektoral dari Emil Dardak beserta pengurus DPD selama setahun terakhir," kata dia.

Baihaki menyebut kenaikan elektoral Demokrat tak lepas dari perombakan jajaran pengurus partai dalam setahun terakhir, serta coattail effect dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

"Tentu yang juga sangat berdampak pada elektoral Demokrat ialah coattail effect dari AHY sebagai salah satu menteri dengan kinerja terbaik. Selain itu, elektoral terhadap Emil Dardak juga meningkat di Jatim, dan semakin banyak warga yang tahu bahwa Emil Dardak adalah Ketua Demokrat Jatim," ujarnya.

Di sisi lain, Baihaki menyoroti anjloknya elektabilitas PPP di Jatim yang tercatat sebagai yang terendah sepanjang survei ARCI digelar.

"Hampir di semua segmen wilayah, PPP anjlok. Hanya di Madura saja PPP masih bisa bersaing bahkan bisa di 5 besar. Ini tentu alarm berbahaya bagi PPP yang menargetkan kembali lolos ke Senayan pada 2029 karena Jatim lumbung suara. Ketidakpopuleran tokoh PPP di Jatim berdampak pada elektoral partai, kecuali di Madura yang memang punya tokoh mengakar," bebernya.

Survei elektabilitas parpol di Jawa Timur ini digelar ARCI pada 18-28 Agustus 2026, melibatkan 1.200 responden dengan margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ARCI dilakukan di 38 kabupaten/kota se Jawa Timur dengan jumlah responden proporsional sesuai jumlah penduduk masing-masing daerah. Survei menggunakan metode Stratified Multistage Random Sampling.

ARCI merupakan satu dari 81 lembaga survei yang sudah terdaftar di KPU. ARCI dinyatakan memenuhi hasil seleksi administrasi dan memenuhi ketentuan sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Umum dan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar