Perang vs AS Kembali Memanas, Iran Tebar Ranjau Baru di Selat Hormuz

Jum'at, 04/09/2026 10:39 WIB
Ketakutan Iran Mau Tutup Selat Hormuz, Amerika Minta Tolong China. (Istimewa).

Ketakutan Iran Mau Tutup Selat Hormuz, Amerika Minta Tolong China. (Istimewa).

law-justice.co - Otoritas Iran mengaku telah menebar ranjau laut baru di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).

Juru Bicara Markas Pusat Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan penebaran ranjau itu dilakukan dalam operasi pada Rabu (2/9) malam.

"Selama operasi semalam, ranjau-ranjau laut baru ditebar di sepanjang jalur ilegal di selatan Selat Hormuz," ujarnya dalam unggahan di media sosial X, Kamis (3/9).

Zolfaghari kemudian meledek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena ingin mengganti nama Selat Hormuz menjadi "Selat Trump". Ia berujar satu-satunya tindakan yang bisa dilakukan Komando Pusat AS (CENTCOM) selaku penanggungjawab militer di Timur Tengah yakni "mengganti nama Selat menggunakan Photoshop."

Dia juga mengejek bahwa Washington juga bisa saja menggunakan Photoshop untuk membuat kapal tanker minyak bisa melewati Selat Hormuz.

Pernyataan Zolfaghari ini dilontarkan di tengah memanasnya konflik AS-Iran.

AS baru-baru ini menyerang wilayah Sirik, Iran, hingga menewaskan sedikitnya empat orang. Serangan tersebut dilaporkan menghantam pesta pernikahan.

Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Kuwait. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan Washington kejahatan perang.

Sebelum ini, CENTCOM menyatakan bahwa semua ranjau laut Iran sudah dibersihkan dari jalur transit di Selat Hormuz. Mereka juga membantah laporan tentang kapal tanker menabrak ranjau.

Sejauh ini, tidak diketahui berapa banyak ranjau baru yang ditebar Iran. Iran sejak awal menolak memberi tahu lokasi penebaran ranjau di Selat Hormuz.

 

 

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar