Privilege, Suku Dayak Pedalaman yang Pendek-Bertato Bisa Masuk TNI
Gladi bersih Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (3/10/2023). Gladi bersih yang diikuti 4.630 personel dan 130 alutsista dari tiga matra TNI tersebut digelar untuk persiapan HUT TNI pada Kamis (5/10). Robinsar Nainggolan
law-justice.co - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto secara resmi memberi arahan agar warga Suku Dayak Pedalaman bisa menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Arahan ini menindaklanjuti pertemuan Prabowo dengan Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8) lalu.
Mengutip unggahan pada akun Instagram Sekretariat Kabinet, Prabowo disebut langsung menginstruksikan beberapa hal terkait keinginan Panglima Jilah.
Satu di antaranya perihal keinginan warga Dayak untuk menjadi Anggota TNI-Polri, dengan persyaratan yang disesuaikan, misalnya terkait penggunaan tato bagi warga adat.
Keesokan harinya, pada Sabtu (29/8), Prabowo memanggil Panglima TNI, para kepala staf angkatan dan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta perkembangan mengenai beberapa hal, antara lain penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI, penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatra," demikian pernyataan dari Sekretaris Kabinet RI.
Markas Besar TNI menyatakan akan menindaklanjuti arahan Prabowo dimaksud.
"Segala petunjuk dan arahan Bapak Presiden, TNI akan menindaklanjuti," kata Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas saat dihubungi, Minggu (30/8).
Pada prinsipnya, terang Nas, TNI memberikan kesempatan kepada seluruh putra-putri bangsa untuk mengabdi.
"Mengenai mekanisme dan bentuk penyesuaiannya, akan disampaikan setelah pembahasan dan penetapannya selesai," katanya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan ada pemberian keistimewaan tertentu bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin masuk menjadi prajurit TNI.
"Oh ya, suku Dayak pedalaman dimintakan peluang untuk bisa masuk TNI, yang pendek-pendek kasih sedikit privilege lah," kata Sjafrie di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/8).
Terpisah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menambahkan masyarakat Dayak pada dasarnya memang diperbolehkan mengikuti rekrutmen TNI. Termasuk bagi mereka yang memiliki tato sebagai bagian dari tradisi.
"Ya memang dari dulu juga sudah boleh, memang enggak ada masalah itu, dulu dibuatnya kalau punya tato karena tradisi ya diizinkan," kata Maruli.




Komentar