Rupiah Terjerembab ke Rp17.861 per Dolar AS Selasa Sore
Nilai tukar rupiah terancam karena kebijakan larangan ekspor CPO dan minyak goreng Jokowi (kompas)
Pergerakan rupiah sejalan dengan sejumlah mata uang Asia yang tertekan dolar AS. Peso Filipina melemah 0,84 persen, ringgit Malaysia juga melemah 0,03 persen, dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen. Di samping itu, yuan China terpantau bergerak stabil terhadap dolar AS.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru menguat. Dolar Singapura naik 0,06 persen, yen Jepang menguat 0,01 persen, sedangkan won Korea Selatan terapresiasi 0,01 persen.
Sementara itu, mata uang negara maju bergerak bervariasi. Euro melemah 0,07 persen, franc Swiss turun 0,11 persen, poundsterling Inggris terkoreksi 0,03 persen, dan dolar Australia melemah 0,04 persen. Sebaliknya, dolar Kanada menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah dan sejumlah mata uang regional tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia di tengah ketidakpastian prospek perdamaian di Timur Tengah.
"Rupiah dan beberapa mata uang regional umumnya melemah cukup besar terhadap dolar AS oleh kenaikan harga minyak mentah dunia di tengah ketidakpastian prospek perdamaian di Timur Tengah. Rupiah juga tertekan oleh data penjualan ritel yang masih mengalami penurunan untuk tiga bulan beruntun," ujar Lukman mengutip dari keterangan kepada CNNIndonesia.com.

Komentar