Kasus Hafalan Al-Qur`an Demi Miras, The Sound Project Menegur Sponsor

Selasa, 11/08/2026 17:39 WIB
Viral Challenge Baca Surah Alquran Demi Miras, Polisi Turun Tangan. (Istimewa).

Viral Challenge Baca Surah Alquran Demi Miras, Polisi Turun Tangan. (Istimewa).

law-justice.co - Event organizer (EO) festival musik The Sounds Project buka suara terkait kegiatan promosi minuman keras (miras) Newport dengan tantangan hafalan Al-Qur`an di Ancol, Jakarta Utara (Jakut).

Mengutip dari unggahan akun resmi @thesoundsproject, mereka mengklaim bahwa aksi tersebut berada di luar kendali pihak EO.

"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tulisnya pada Selasa (11/8).

Selanjutnya, The Sounds Project juga mengaku telah menegur pihak sponsor terkait dan menuntut penyelesaian kasus secara tuntas. Pihak sponsor juga diminta untuk segera mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat.

Evaluasi internal pun telah dilakukan oleh The Sounds Project untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi di acara selanjutnya.

Sebelumnya, aksi tantangan pembacaan ayat suci Al-Qur`an ditukar dengan miras oleh salah satu tenant di konser musik The Sound Project di adukan ke Bareskrim Polri. Aduan Masyarakat itu dilayangkan oleh sejumlah advokat yang tergabung dalam organisasi Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI).

Ketua ALMI, Zainul Arifin mengatakan perbuatan tersebut tidak bisa dianggap sebagai hiburan semata. Menurutnya aksi challange tersebut sudah masuk dalam ranah penistaan agama.

"Menurut hemat kami jelas-jelas melakukan penistaan agama. Persoalan ini bukan yang remeh temeh, karena MUI juga sudah bersuara, teman-teman lintas agama juga sudah bersuara, yang notabene mengecam tindakan seperti ini," katanya kepada wartawan.

Dalam potongan video yang viral tampak seorang perempuan mengikuti tantangan tersebut di booth brand miras. Perempuan itu kemudian membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal hingga akhir tanpa terlihat terputus.

Setelah perempuan tersebut berhasil menyelesaikan hafalannya, sejumlah sales dan laki-laki yang berada di booth langsung bersorak dan meramaikan suasana. Salah satu pembawa acara yang ada di booth itu kemudian menanyakan identitas wanita tersebut.

"Temannya mana, temannya yang membacakan surat tadi (Surat Ad Dhuha) mana?. Mau apa mau apa temennya? Pesen," jelas perempuan tersebut.

Sejauh ini, polisi mengaku memanggil pihak EO dan MC acara yang diduga melakukan penistaan agama tersebut. MUI, DPR dan sejumlah ormas Islam ramai-ramai mengecam aksi penistaan Al-Qur`an di acara festival musik dengan sponsor miras.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar