Investor Pasar Modal Tembus 28,96 Juta Walau IHSG Anjlok 34,74 Persen

Rabu, 08/07/2026 14:33 WIB
IHSG (IDX)

IHSG (IDX)

law-justice.co - Jumlah investor pasar modal Indonesia terus meningkat meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terseret 34,74 persen sejak awal tahun (year to date/ytd).

Hingga akhir Juni 2026, jumlah investor mencapai 28,96 juta atau bertambah 1,21 juta dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan jumlah investor pasar modal masih melanjutkan tren peningkatan yang signifikan.

"Jumlah investor di pasar modal melanjutkan tren peningkatan secara signifikan. Tercatat penambahan sebanyak 1,21 juta investor pada Juni 2026 sehingga total jumlah investor telah mencapai 28,96 juta atau tumbuh 42,22 persen year to date," ujar Hasan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (7/7).

Di sisi lain, Hasan mengatakan pasar saham domestik masih berada pada fase konsolidasi akibat berlanjutnya ketidakpastian global, persepsi investor terhadap kondisi dan kebijakan domestik, serta penyesuaian portofolio (rebalancing) investor.

"Pasar saham domestik pada Juni 2026 masih berada pada fase konsolidasi. Hal ini dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global, persepsi investor atas kondisi dan kebijakan domestik, serta adanya penyesuaian atau rebalancing portofolio investor," jelasnya.

IHSG ditutup di level 5.643,19 pada akhir Juni 2026 atau turun 7,9 persen secara bulanan (month to month/mtm). Secara year to date, indeks telah melemah 34,74 persen.

Pelemahan pasar saham juga diikuti aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp19,63 triliun sepanjang Juni. Meski demikian, likuiditas pasar masih terjaga dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp22,23 triliun.

Sementara itu, di pasar obligasi, investor asing masih mencatatkan pembelian bersih (net buy) Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp22,43 triliun selama Juni.

Adapun nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp652,9 triliun atau turun 4,79 persen secara bulanan dan 3,32 persen sejak awal tahun.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar