Polda DIY Buka Suara soal Viral Diduga Intel Masuk Kampus UMY

Kamis, 18/06/2026 09:32 WIB
Polda DIY Buka Suara soal Viral Diduga Intel Masuk Kampus UMY. (Istimewa).

Polda DIY Buka Suara soal Viral Diduga Intel Masuk Kampus UMY. (Istimewa).

law-justice.co - Kemarin, Rabu 17 Juni 2026, sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengamankan diduga seorang anggota intelijen (intel) kepolisian di lingkungan kampus.

Polda DI Yogyakarta pun buka suara. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan melalui keterangannya, membenarkan bahwa sosok yang diamankan oleh mahasiswa di lingkungan kampus UMY itu adalah anggota dari instansinya.

Ihsan bilang, anggota itu petugas yang terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum pada hari Rabu.

Keberadaan anggota tersebut di lokasi merupakan bagian dari penugasan pemantauan untuk memastikan peserta aksi kembali ke kampus dengan aman dan selamat.

"Anggota yang berada di lokasi baik yang berpakaian dinas maupun tertutup merupakan bagian dari pelaksanaan pelayanan untuk mengawal dan memastikan peserta aksi kembali ke kampus dalam keadaan aman dan selamat," jelas Ihsan dalam keterangannya, Rabu (17/6) malam.

Ihsan menyebut ada momen kesalahpahaman dan kini telah diselesaikan secara humanis, melalui komunikasi serta koordinasi yang baik dengan pihak rektorat juga mahasiswa.

"Situasi saat ini kondusif, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak rektorat dan mahasiswa atas komunikasi dan koordinasi yang terjalin sangat baik sehingga kesalahpahaman ini dapat terselesaikan dengan baik, dan anggota kami telah kembali ke Polda," ungkap Ihsan.

Sebelumnya, momen mahasiswa mengamankan sosok yang diduga intel kepolisian itu sempat disiarkan langsung melalui media sosial UMY Bergerak, dengan takarir `Intel Masuk Kampus UMY`. Beberapa potongan video juga viral setelahnya.

Dalam potongan video yang beredar, terlihat momen saat sosok disebut intel itu diamankan mahasiswa. Terlihat dalam video viral bahwa sosok yang diamankan adalah seorang pria mengenakan kaos hitam dan celana jeans.

Momen lain menunjukkan sosok anggota intel itu -- sambil memegangi sekantong plastik berisi es batu untuk kompres -- diinterogasi sejumlah mahasiswa yang mengenakan jaket almamater UMY.

Potongan video lain menunjukkan pengakuan pria itu sebagai seorang intel Polda DIY berpangkat bintara. Dia mengaku ke UMY untuk mengamankan kepulangan mahasiswa dari titik aksi demonstrasi di Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta.

Dia mengaku bergerak atas perintah atasan, salah satunya adalah Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono.

Ihsan menjelaskan Polda DIY bersama bersama Polresta Yogyakarta pada hari Rabu melakukan pelayanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang digelar oleh Aliansi UMY Bergerak (AUB) dan elemen mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di kawasan Titik Nol Kilometer.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.57 WIB hingga 17.27 WIB, diikuti sekitar 470 orang peserta dari Aliansi UMY Bergerak dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Demi memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib, kata Ihsan, Polda DIY bersama jajaran Polresta Yogyakarta melaksanakan pelayanan mulai dari titik keberangkatan sampai kembalinya massa mahasiswa ke kampus masing-masing.

Pelayanan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Personel kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi guna menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Ihsan menuturkan, pelayanan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepolisian dalam menjaga hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban umum.

"Kepolisian hadir untuk memberikan pelayanan agar kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman dan tertib serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan. Kami menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum," imbuh Ihsan.

Ihsan menerangkan dalam aksinya, Aliansi UMY Bergerak membawa tema `Menuju Pembebasan Nasional` dengan sejumlah tuntutan macam penghentian kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, penghentian kriminalisasi terhadap masyarakat sipil, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, hingga percepatan agenda reforma agraria.

Sementara itu, elemen mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain penghentian program MBG dan KDMP, pencabutan UU Polri dan UU TNI, revisi regulasi terkait pendanaan partai politik, serta percepatan reformasi agraria.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar