Rupiah Menguat di Jumat Sore Akibat BI Tingkatkan Interverensi

Jum'at, 05/06/2026 22:37 WIB
rupiah foto aneka sumber

rupiah foto aneka sumber

law-justice.co -  

 

Pada perdagangan rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada Jumat sore (5/6/2026) . Namun, penguatan ini masih belum membuat mata uang  Rupiah turun ke level lebih baik dari harga kisaran Rp 17.000 . 

Akhirnya Rupiah ditutup menguat ke posisi Rp18.036 per dolar AS. Mengacu pada data kompilasi pasar spot hari ini. 

Sampai saat ini, Bank Indonesia tidak mengumumkan secara rinci berapa total dana yang digunakan untuk intervensi rupiah setiap hari. Namun, dari pernyataan Gubernur BI, dapat diperkirakan skala intervensinya sangat besar. dari angka yang terlihat pada cadangan devisa. April 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar keuangan. vensi keseluruhan kemungkinan lebih besar karena sebagian besar dilakukan melalui instrumen derivatif seperti DNDF, swap, dan hedging yang tidak langsung mengurangi cadangan devisa. pelemahan rupiah agar tidak jatuh lebih dalam.

Rupiah menguat juga diikuti beberapa mata uang Asia lainnya. Salah satunya, rupee India mencatat penguatan terbesar yakni 0,50 persen, disusul peso Filipina yang naik 0,21 persen. Diikuti dolar Singapura naik 0,06 persen, yen Jepang naik 0,04 persen, baht Thailand naik 0,03 persen. Lalu, yuan China naik 0,02 persen dan dolar Hong Kong yang naik 0,006 persen.

 Meskipun diberitakan  BI Buka-bukaan Cadangan Devisa di Tengah Operasi Habis-habisan Jaga Rupiah disampaikan akhir bulan mei lalu . 
 
Bank Indonesia biasanya melakukan beberapa langkah saat melakukan intervensi besar-besaran di pasar valuta asing (valas) untuk menahan pelemahan rupiah. Berikut langkah yang umum dilakukan BI:

-Menjual cadangan devisa dolar AS
 BI melepas dolar AS ke pasar agar pasokan dolar bertambah. Tujuannya untuk menekan lonjakan harga dolar dan membantu rupiah lebih stabil.
-Intervensi di pasar spot dan non-deliverable forward (NDF)
 BI masuk langsung ke pasar valas, termasuk pasar luar negeri, untuk menjaga pergerakan rupiah agar tidak terlalu bergejolak.
-Membeli Surat Berharga Negara (SBN)
 BI membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan menarik minat investor.
-Menaikkan suku bunga acuan
 Suku bunga yang lebih tinggi bisa menarik investor asing masuk ke Indonesia sehingga permintaan rupiah meningkat.

Intervensi ini biasanya dilakukan bersamaan dengan koordinasi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar