Sinyal Damai Menguat, Harga Minyak Dunia Kembali Merosot
Sabtu, 30/05/2026 12:21 WIB
Kilang minyak tengah laut (InsiderIndonesia)
[INTRO]
Harga minyak dunia kembali mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026). Penurunan ini sekaligus memperpanjang tren pelemahan mingguan yang menjadi yang terdalam sejak awal April lalu.
Pelemahan harga minyak dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Harapan meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global mulai berkurang.
Berdasarkan data Reuters, minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Juli ditutup turun US$1,66 atau 1,8% menjadi US$92,05 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS juga terkoreksi US$1,54 atau 1,7% ke posisi US$87,36 per barel.
Pelaku pasar menilai potensi terciptanya perdamaian di kawasan tersebut dapat mengurangi risiko terhadap jalur distribusi energi dunia, sehingga mendorong aksi jual di pasar minyak dan menekan harga hingga akhir pekan.
Perang yang berlangsung selama tiga bulan antara AS dan Iran sebelumnya memicu spekulasi berulang mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Meski kedua pihak mengindikasikan adanya kemajuan menuju kesepakatan, masih terdapat perbedaan pandangan terkait implementasi pembukaan jalur tersebut.
Komentar